Waspada, Terlalu Lama Main Gadget Bisa menyebabkan Tri Cedeta

0
201

Artikel : Gadget merupakan barang pokok yang mungkin harus di bawa setiap orang kapan pun dan di mana pun. Setiap hari, setiap menit, dan setiap detik hidup ini terasa hampa jika tidak ada gadget. Namun, tahukah anda jika terlalu lama menggunakan gadget memberikan banyak dampak negatif bagi kesehatan kita?

Penulis : Tri Ayu Astuti ( Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang )

 Kobarpapua.com – Kemajuan globalisasi sangat membantu kita dalam menghadapi problema yang ada di lingkungan saat ini. Selain itu, kemajuan dari globalisasi memberikan dampak positif bagi kita. Namun, dibalik semua itu juga banyak dampak negatif yang ditimbulkan. Salah satunya adalah pemakaian gadget.

Gadget merupakan barang pokok yang mungkin harus di bawa setiap orang kapan pun dan di mana pun. Setiap hari, setiap menit, dan setiap detik hidup ini terasa hampa jika tidak ada gadget. Namun, tahukah anda jika terlalu lama menggunakan gadget memberikan banyak dampak negatif bagi kesehatan kita?

Pemakaian gadget yang terlalu lama bisa memicu gangguan tidur, melelahkan mata, sakit kepala, perubahan postur tubuh, menimbulkan kerutan di leher, dan bisa membuat kita menjadi anti-sosial. Selain itu, penggunaan gadget yang terlalu lama juga berdampak pada tangan yang sering kita gunakan untuk memainkannya. Gejala awal dari dampak tersebut adalah tangan terasa nyeri dan apabila tidak segera ditangani, maka akan menyebabkan Tri Cedeta.

Tri Cedeta adalah tiga cedera tangan yang disebabkan oleh penggunaan gadget yang terlalu lama. Tri Cedeta ini terdiri dari: (1) Carpal Tunnel Syndrome (CTS), yaitu penyakit yang disebabkan karena adanya gerakan berulang kali naik turun atau getaran terus menerus di pergelangan tangan yang menyebabkan pembengkakan tendon dan menekan saraf.

Biasanya hal ini terjadi pada pekerja yang menggunakan gadget, mouse, keyboard, serta mengendarai motor. CTS terjadi ketika saraf medianus yang berada dari lengan bawah tertekan di pergelangan tangan. Saraf medianus mengontrol sensasi ke arah sisi telapak tangan tempat ibu jari dan jari tangan sama halnya seperti memberikan dorongan ke beberapa otot kecil di tangan yang memungkinkan jari-jari dan ibu jari untuk bergerak. Gejala dari penyakit ini adalah nyeri pada pergelangan tangan kemudian kesemutan pada ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Bila gejala ini semakin parah, maka tangan akan terasa kebas kemudian merambat ke sistem motorik yang mengakibatkan kesulitan dalam menggenggam.

Kesulitan menggenggam tersebut apabila tidak segera ditangani akan menyebabkan kelumpuhan dan penyusutan otot. (2) Arthritis Ibu Jari/Thumb Arthritis, masalah arthritis pada ibu jari ini muncul karena orang-orang lebih memilih menggunakan pesan singkat sebagai cara berkomunikasi lewat HP. Gejala yang muncul dari penyakit ini adalah penyempitan tendon di ibu jari.

Sensasi yang muncul dari kondisi ini adalah sakit ketika menekan dan kadang-kadang sulit untuk meluruskan ibu jari. Tim Allardyce, psikoterapis, dan pakar tulang dari Surrey Physio mengatakan, memegang ponsel terutama ketika menggunakannya untuk mengetik pesan menyebabkan gerakan berulang antara ibu jari dan jari-jari lainnya sehingga ibu jari merupakan jari yang paling sering digunakan. Dalam jangka pendek hal ini dapat menyebabkan hipermobilitas otot kecil di sekitar jari dan ibu jari sehingga terasa sedikit pegal.

Sementara itu, apabila terlalu sering menggunakan jari-jari dan ibu jari dalam jangka panjang dapat menyebabkan osteo-arthritis atau arthritis ibu jari, yakni tulang rawan berdegenerasi antara tulang sendi. Inilah yang menjadi penyebab bengkoknya jari. (3) Cubital Tunnel Syndrome (CTS) adalah penyakit berupa mati rasa dan kesemutan di bagian dalam siku atau di lengan bawah. Masalah ini dikarenakan posisi siku yang digunakan sebagai tumpuan ketika mengetik di atas meja atau terlalu lama tertekuk. Pada kasus yang parah, kasus CTS harus ditangani dengan operasi. Kasus CTS biasanya ditemui di usia 30 atau lebih tua. (Tri Ayu Astuti/KP)

Tri Ayu Astuti (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.