Urgen, Sosialisasi Pembauran Kebangsaan dan Bhinneka Tunggal Ika

0
167

Sausapor, (Tambrauw) Kobarpapua.com – Guna memberikan pemahaman soal landasan ideologi bangsa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tambrauw, Kesbangpol Propinsi Papua Barat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tambrauw menggelar sosialisasi pembauran kebangsaan dan Bhineka Tunggal Ika, Rabu (22/11) kemarin, di Aula Kantor Bupati Kabupaten Tambrauw.

Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati, Mesak Metusala Yekwam, SH dihadiri seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh anggota Forkopimda dengan menghadirkan pemateri dari Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional Kesbangpol Propinsi Yunus Woraith, SH dan 3 pemateri lain yakni Sutowo SH, Theodorus Kawer S.Ip, Darsini SS.

Salinan sambutan Gubernur Propinsi Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan yang dibacakan Mesak Metusala Yekwam menandaskan perjuangan para pejuang untuk merumuskan ideologi bangsa sangat panjang lewat sebuah dialog. Akhirnya mereka berhasil menyepakati 4 pondasi dasar bangsa Indonesia yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Ke-4 pondasi inilah oleh pendiri bangsa disebut sebagai 4 konsensus nasional.

“Dilihat dari jejak sejarahnya, pondasi ideologi berbangsa dan bernegara telah melalui sejumlah tantangan dan ancaman. Salah satunya gerakan separatis mulai dari DI/TII dan RRI/Permesta di masa lalu hingga RMS dan OPM di masa kini. Saat ini tengah muncul politik identitas yang mengarah kepada kontra ideologi bangsa sehingga pemahaman landasan ideologi bangsa mulai luntur bahkan cenderung kehilangan makna,” ungkap Wakil Bupati saat membacakan sambutan Gubernur Propinsi Papua Barat.

Sejumlah tantangan dan ancaman oleh Menko Polhukam Jenderal (Purn) Wiranto, sebut Mesak sifatnya sudah dimensional karena ancaman dapat bersumber dari ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya. Apalagi, kata Mesak NKRI mempunyai ciri khas Kebhinnekaan, suku, ras, budaya dan agama tentunya sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia di masa lalu, masa kini dan masa mendatang.

Baginya pembauran kebangsaan di setiap daerah sangat diperlukan untuk menumbuh kembangkan keharmonisan, saling menghormati, saling pengertian diantara masyarakat dari berbagai ras, suku dan etnis.

Simpulnya sosialisais ini sangat diperlukan guna memberikan pemahaman bagaimana mempertahankan situasi dan kondisi daerah yang aman kondusif, tertib dan tentram demi terwujudnya NKRI sehingga sebagai anak-anak bangsa harus paham dan menghayati serta mampu mengamalkan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sebagai 4 konsensus dasar bangsa Indonesia. (Laurent R/KPC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.