Tingkat Buta Aksara di Kabupaten Tambrauw Sangat Tinggi

0
268
Yohana, Ketua Tim Pelopor Pemberantasan Buta Aksara /Insert Photo : Laurent R

Sausapor (Tambrauw), Kobarpapua.com – Tingkat buta aksara di Kabupaten Tambrauw sangat tinggi. Betapa tidak, hasil survey yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Barat, terbukti setiap kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat terdapat puluhan orang yang tidak bisa membaca, menulis, berhitung dan berkomunikasi.

Kabupaten Tambrauw menduduki peringkat pertama terbesar buta aksara di Provinsi Papua Barat. Untuk mengatasi hal ini Pemerintah Kabupaten Tambrauw melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw telah membentuk enam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Sausapor, Ibukota sementara Kabupaten Tambrauw.

Hal ini disampaikan Yohana, Tim Pelopor pemberantasan buta aksara di Sausapor. Menurut Yohana, pihaknya telah mengikuti pertemuan di Manokwari, ternyata hasil yang dilakukan tim survey, menemukan tingkat buta aksara terbanyak ada di Kabupaten Tambrauw.

60 peserta buta aksara di Kabupaten Tambrauw

“Saya mendapatkan data dari Tim Survey di Provinsi Papua  Barat yang menangani masalah tuna aksara. Ternyata, sebagian jumlah penduduk di Kabupaten Tambrauw tidak bisa membaca, menulis, berhitung dan berkomunikasi,” kata Yohana.

Untuk memberantas buta aksara di Kabupaten Tambrauw, Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw melalui Dinas Pendidikan telah membentuk tim pendidik untuk mendata seluruh masyarakat Tambrauw yang tidak bisa membaca, menulis, berhitung dan berkomunikasi. Tim pendidik ini telah terbentuk dan mulai bekerja mencari solusi terbaik mendampingi para buta aksara di Tambrauw.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw, Thomas Gewab, M.MPd saat memberi arahan kepada para buta aksara di gedung sekolah Adven mengatakan, pemerintah daerah kabupaten Tambrauw menyambut baik semua orang yang bersedia belajar baik formal maupun formal. Bahkan pemerintah menyiapkan dua model pendidikan yakni pendidikan formal dan non formal.

“Bapa, Ibu yang tidak bisa membaca, menulis dan berhitung harus masuk dalam pendidikan Non Formal. Tim pengajar sudah siap membantu dan mendampingi bapak-ibu agar tidak lagi masuk dalam kategori buta aksara. Ayo, belajar, tinggalkan kebun atau laut dulu supaya bapak dan Ibu bisa membaca. Jangan malu dan minder, belajar sepanjang hayat dikandung badan, “ajak Kepala Dinas. (Laurent R/KPC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.