Seorang Kakek Tikam Cucu Tiri Hingga Meninggal Dunia

0
436

Kobarpapua.Com, Sorong – Seorang mantan napi dari Makassar yang baru bebas beberapa bulan, tikam 2 orang cucu tirinya, 1 bocah meninggal dunia dan 1 orang dalam keadaan kritis di salah satu Rumah Sakit di Kota Sorong. Menurut informasi Pelaku juga baru beberapa hari tiba di Sorong.

Pelaku alias Bedu (50 Tahun ) Kecewa tidak bisa menemui istri yang telah menjebloskan dirinya di penjara, mantan narapidana dari Lapas Makassar ini,  dengan perkara kasus KDRT sehingga dijebloskan di Penjara. Kasus kekerasan berulang lagi dilakukan dengan menikam 2 orang cucu tirinya, dimana mengakibatkan salah satu korban meninggal dunia, Jumat (10/11)

Akibat perbuatan menikam dua cucu tirinya yang masih belia, Putri (3) dan Umar (5) dan mengakibatkan Putri meninggal dunia Bedu kembali mendekam di sel tahanan Polsek Sorong Barat. Sementara Umar masih dalam perawatan intensif di RSUD Sorong karena ditikam oleh Bedu kakeknya hingga usus terburai.

Kapolsek Sorong Barat, AKP Junaidi Wekken, membenarkan aksi penikaman yang dilakukan Bedu. Menurut Junaidi, pelaku adalah kakek tiri korban yang baru datang dari Makasar dan mencari istrinya yang memperkarakan dirinya dalam kasus KDRT.

“Saat Bedu datang ke rumah korban, istrinya langsung masuk kamar dan tidak mau bertemu pelaku. Merasa kesal, dua korban, Putri dan Umar yang berada di luar langsung di tikam pelaku hingga ususnya terburai. Setelah menikam dua korban tersebut, pelaku langsung berjalan seperti biasa tanpa rasa bersalah, ” kata Kapolsek Junaidi.

Menurut Kapolsek, saat Bedu ditemukan, Pelaku dalam keadaan sedikit keracunan dengan mulut berbusa sehingga dilarikan ke rumah sakit. Ditanya mengenai adanya indikasi kelainan jiwa pada Bedu, Kapolsek mengungkapkan belum ada indikasi kelainan jiwa tetapi motif dari penikaman tersebut cenderung pelampiasan karena tidak kesampaian menemui istrinya.

Polsek Sorong Barat secara marathon terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan pelaku yang mengakibatkan 1 korban meninggal dunia dan 1 dalam keadaan kristis. Pelaku dikenai pasal UU perlindungan anak  dan lebih lanjut dikategorikan pembunuhan atau pembunuhan berencana. (Marni/hp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.