Miris, Rumah Sakit Labuang Baji Makassar Tolak Pasien Miskin

0
283
Petugas Jaga RS Labuang Baji

Kobarpapua.com, Makassar – Rahmayadi, warga Jalan Kerung – kerung, Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, terpaksa memulangkan anaknya yang demam tinggi lantaran tidak diterima alias ditolak berobat di Rumah Sakit (RS) Labuang Baji, Jl Ratulangi, Jumat (25/8/2017) malam.

Iya bersama istri membawa anak keduanya itu yang bernama Muhammad Adriansyah (5 tahun) karena demamnya tinggi dibarengi badan lemas dan gemetar.

Bahkan Randy sapaan Rahmayadi sudah membawa surat rekomendasi dari Dinas Sosial (Dinsos) Makassar dengan keterangan warga tidak mampu, sehingga surat tersebut dalam keterangan yang tertulis sebagai pengganti kartu jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat).

Namun apa daya, surat keterangan miskin ditolak bagian administrasi di rumah sakit tanggungan Pemprov Sulsel itu.

“Dia (petugas berpakaian perawat) bilang tidak berlaku disini melainkan berlakunya di Rumah Sakit Daya, padahal anakku ini kasian sudah gemetar dan panas tinggi sekali, jadi saya pilih rumah sakit yang agak dekat biar anak saya cepat dapat perawatan,” ucap Darmayadi dengan kecewa ke pihak RS Labuang Baji.

Surat Keterangan Tidak mampu dari Kadis Sosial Pemkot makassar

Darmayadi tetap memohon kepada petugas jaga, agar anaknya bisa segera di rawat. Bahkan Darmayadi terpaksa menyebut jika dia berprofesi sebagai wartawan dengan harapan ada kebijakan lain, karena kondisi anak kedua dari empat bersaudara ini kondisinya lemas.

“Dan mereka tidak peduli, saya juga sempat bilang saya ini seorang wartawan mitra anda, ehh malah mereka bilang saya tidak takut walaupun saya di laporkan ke direkturnya serta kepala dinas kesehatan bahasanya perawat itu ke saya dengan istriku,” tutur Darmayadi.

Tak mau beradu argumen dengan perawat, Darmayadi terpaksa memilih memulangkan anaknya ke rumah. “Saya pusing padahal petunjuk Kadis Sosial bisaji di pakai itu dulu untuk sementara, begitu selesai BPJS mu baru ditarik itu surat rekomendasinya dari rumah sakit,” tutur Darmayadi malam ini.

Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel pun ingin dimintai keterangan terkait kebijakan di RS Labuang Baji melalui handphone sellulernya tapi tidak aktif.(Red)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini