Polda Papua Barat Komitmen Terhadap Masyarakat, Ramah Perempuan dan Anak

0
175

Kobarpapua.com, Sorong – Rangkaian peringatan ulang tahun Bhayangkari yang ke-71, Polda Papua Barat bekerjasama dengan Bhayangkari Polda Papua Barat menyelenggarakan pelatihan “Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”.

Kegiatan digelar di kota Sorong, Papua Barat tepatnya di gedung Sirambe, Jumat (21/10).

Mengingat masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua Barat, ibu-ibu Bhayangkari diharapkan bisa ikut mengkampanyekan keadilan gender di lingkungan sekitarnya, termasuk mencegah dan mengatasi kekerasan terhadap perempuan, baik di rumah tangga maupun di lingkungan kerja.

Peserta pelatihan adalah anggota Bhayangkari Papua Barat dan perwakilan anggota polisi dari sembilan polres di Papua Barat.

“Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada anggota polisi dan Bhayangkari tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga pada akhirnya tercipta lingkungan yang semakin ramah perempuan dan anak di seluruh Papua Barat, ”kata Kapolda Papua Barat Brigjen Pol. Rudolf Albert Rodja.

Sementara, Ketua Bhayangkari Polda Papua Barat Josefina Purnawirati Rodja, mengatakan, para anggota Bhayangkari di Papua Barat yang sangat banyak bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, sehingga warga masyarakat semakin terlibat dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Narasumber pelatihan adalah Sarwitri, mantan anggota Komnas Perempuan, dan Birgita Elna, pengacara dan pegiat perempuan yang aktif di organisasi perempuan GAIA.

Menurut Sarwitri, kasus kekerasan fisik dan seksual terhadap anak di Papua dan Papua Barat yang tercatat selama 2016 adalah 2.000 kasus. “Namun ini hanya yang dilaporkan. Seperti halnya di semua daerah lain, kasus yang terjadi pasti lebih banyak,” kata Sarwitri.

Birgita Elna menambahkan, keluarga adalah benteng pertama dan terkuat untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Rumah tangga yang sehat dan ramah anak adalah syarat penting bagi tumbuhnya pribadi mandiri yang bisa menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sosial yang kondusif bagi perempuan dan anak,” katanya.

GAIA adalah organisasi perempuan berbasis di Yogyakarta yang selama 21 tahun telah melakukan advokasi dan pelatihan terkait pemberdayaan dan perlindungan perempuan di Indonesia. “Anak adalah masa depan kita semua. Bukti empiris menunjukkan, dengan mengembangkan hubungan yang sehat terhadap perempuan dan anak, masyarakat secara luas bisa memiliki ketahanan sosial dan ekonomi yang lebih tinggi,” kata Birgita Elna. (RED)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini