Penjelasan IWO Terkait Penyelesaian Persoalan Dua Kru Sorotdaerah.com Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Kapolda Sumut

0
57

Medan (Sumut)  – Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua. Dalam siaran pers ini, kami Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan IWO Kota Medan akan memberikan penjelasan terkait “Proses Pemeriksaan Dua Kru Sorotdaerah.com Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Kapolda Sumut” yang sempat jadi sorotan publik hingga ke tingkat nasional.

Kami akan menjelaskan duduk permasalahan hingga solusi yang dicapai atas persoalan tersebut. Selain itu, kami juga akan menjelaskan sikap IWO Sumut dan IWO Medan dalam persoalan tersebut. Sebelum masuk ke pokok penjelasan, mari kita mengucapkan rasa syukur karena saat ini persoalan tersebut telah mendapat jalan dan solusi yang terbaik bagi semua pihak.

Duduk Persoalan

Persoalan terkait dugaan pencemaran nama baik Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw muncul dan jadi sorotan publik ketika personel Polda Sumut menjemput dua orang kru sorotdaerah.com. Dalam kasus ini satu orang berinisal LS ditahan oleh Polda Sumut. Atas hal tersebut, banyak pihak yang menentang sikap Polda Sumut yang melakukan penahanan terhadap LS.

Kronologi Penjemputan Dua Kru Sorotdaerah.com ke Mapolda Sumut

Mulanya, pada Selasa 6 Maret 2018 sekira pukul 04.00 WIB, rumah pendiri sorotdaerah.com yakni insial JRTP di Kota Pematangsiantar didatangi tim Ditkrimsus Polda Sumut. saat itu, pihak Polda Sumut hendak menjemput JRTP untuk diperiksa terkait dugaan kasus pencemaran nama baik Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw atas pemberitaan yang diduga mencemarkan nama baik Kapolda Sumut di portal berita sorotdaerah.com.

Lalu, di hari yang sama, seorang kru sorotdaerah.com berinisial LS juga dijemput Tim Polda Sumut untuk dimintai keterangan. LS dijemput di daerah Padang Bulan,

Kota Medan sekira pukul 20.00 WIB. Kedua kru sorotdaerah.com itu dibawa ke Mapolda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan terkait dugaan pencemaran nama baik.

Kabar dijemputnya dua kru sorotdaerah.com tersebut langsung menjadi sorotan publik. Berita terkait dijemputnya dua kru sorotdaerah.com itu juga segera tayang di media mainstream hingga tingkat nasional.

Terkait penjemputan kedua kru sorotdaerah.com tersebut, pengurus IWO Sumut dan Medan langsung menggelar rapat dan melakukan analisis awal terkait kasus tersebut. Langkah tersebut dilakukan IWO karena menimbang kasus itu terkait pemberitaan yang mulanya dikira masuk dalam produk jurnalis dan menimbang bahwa JRTP merupakan pengurus IWO Kabupaten Simalungun.

Setelah itu, pada Rabu 7 Maret 2018, perwakilan IWO mendatangi Ditrkimsus, Mapolda Sumut untuk meminta keterangan dari pihak sorotdaerah.com dan juga kepolisian. Saat itu, perwakilan IWO bertemu dengan JRTP dan LS serta kru sorotdaerah.com lainnya usai pemeriksaan kasus tersebut. Saat itu pula, IWO mendengarkan penjelasan dari kru sorotdaerah.com terkait penjemputan polisi atas dugaan pencemaran nama baik Kapolda Sumut.

Selain meminta keterangan dari pihak sorotdaerah.com, IWO juga melakukan komunikasi dengan pihak Polda Sumut terkait kasus tersebut. Kami juga mendengarkan penjelasan pejabat yang berwenang terkait penjemputan kru sorotdaerah.com oleh polisi atas dugaan pencemaran nama baik Kapolda Sumut.

Analisis IWO Terhadap Persoalan Dua Kru Sorotdaerah.com Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Kapolda Sumut

Setelah mendengarkan penjelasan dari berbagai pihak, IWO juga melakukan analisis sendiri atas persoalan itu. Dari rapat, IWO menyimpulkan beberapa hasil analisis. Saat itu IWO belum bisa mempublikasi hasil analisis karena menimbang berbagai hal. Namun, saat ini, persoalan tersebut sudah menemui jalan terbaik bagi semua pihak. Maka, IWO akan mempublikasi hasil analisis yang diperoleh.

Berikut hasil analisis IWO Sumut dan IWO Medan terkait persoalan itu :

  1. JRTP adalah benar pimpinan umum Sorotdaerah.com
  2. JRTP adalah pengurus IWO Kabupaten Simalungun dan juga anggota organisasi pers lain yang merupakan konstituen Dewan Pers.
  3. LS berprofesi sebagai guru dan juga penulis di sorotdaerah.com.
  4. LS Tidak tergabung dalam oraganisasi pers manapun.
  5. Status hukum LS naik dari saksi menjadi tersangka setelah pemeriksaan penyidik. Dalam hal ini, kewenangan ada di penyidik Dirkrimsus Polda Sumut.
  6. Terkait berita yang diduga mencemarkan nama baik Kapolda Sumut, perlu kajian lebih mendalam.
  7. com memiliki SIUP, PT Sorot Daerah Indonesia Terdaftar di Kemenkumham.
  8. Penyidik Dirkrimsus Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap dua orang kru sorotdaerah.com, yakni JRTP dan LS. Selain memeriksa keduanya, polisi juga menyita peralatan elektronik milik JRTP dan LS.
  9. Dalam kasus ini, LS dijerat dengan pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat(3) UU No. 19/2016 tentang perubahan atas UU No. 11/2008 tentang Informasi danTransaksi Elektronik (ITE) jo pasal 316 KUHPidana jo pasal 311 KUHPidana. Penyidik tidak menerapkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers karena LS bukan bagian dari insan pers. Dalam hal ini, setelah menimbang berbagai hal dan melakukan analisis, IWO berpendapat penerapan undang-undang oleh penyidik dalam kasus tersebut sudah sesuai aturan.

Kebenaran Profesi LS

Terkait kebenaran profesi LS, perlu dijelaskan dengan rinci karena hal tersebut berdampak pada penerapan undang-undang yang berlaku serta berdampak pada kesimpang siuran informasi yang beredar di masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan penyidik, LS mengaku bahwa profesi kesehariannya adalah seorang guru dan penulis. LS menulis berita dan artikel di sorotdaerah.com. sehingga, Polda Sumut menyatakan bahwa LS adalah seorang guru.

LS juga memberikan keterangan yang serupa kepada IWO. Dalam hal ini, IWO menyimpulkan bahwa LS adalah seorang guru yang memiliki hobi menulis berita dan artikel. LS sudah menulis dan meliput berita sekira setahun terakhir. LS adalah seorang penulis yang belum mengikuti uji kompetensi wartawan.

Proses Pemeriksaan Terhadap JRTP dan LS

Proses pemeriksaan terhadap JRTP dan LS berjalan seperti pada umumnya. JRTP dipulangkan setelah penyidik selesai melakukan pemeriksaan atas kasus dugaan pencemaran nama baik Kapolda Sumut. JRTP sempat menjalani pemeriksaan sekira 24 jam. Sedangkan LS yang statusnya naik jadi tersangka ditahan di ruang tahanan sementara Mapolda Sumut, Kota Medan. IWO sempat mendampingi kru sorotdaerah.com saat proses pemeriksaan.

Hubungan Antara JRTP dan LS dengan IWO

JRTP memiliki hubungan secara organisasi dengan IWO. Secara personal JRTP beberapa kali berkomunikasi dengan Ketua IWO Sumut dan Ketua IWO Medan. Sedangkan LS tidak memiliki hubungan organisasi dengan IWO. Dan secara personal LS tidak memiliki hubungan apa pun dengan Ketua IWO Sumut dan Ketua IWO Medan. Kendati demikian, LS merupakan rekan kerja dengan beberapa anggota IWO Kota Medan. Pengurus dan perwakilan IWO baru mengenal LS di Mapolda Sumut saat menjalani pemeriksaan.

Alasan IWO Mendampingi Kru Sorotdaerah.com dan LS

IWO tidak serta-merta langsung mendampingi kru sorotdaerah.com dalam persoalan kasus dugaan pencemaran nama baik Kapolda Sumut tersebut. Sebelumnya kru sorotdaerah.com dan rekan dari LS dan JRTP yang minta bantuan kepada IWO dalam menyelesaikan kasus ini. Setelah melakukan berbagai pertimbangan, akhirnya IWO memutuskan untuk membantu dan mendampingi kru sorotdaerah.com serta LS.

Walau pun yang merupakan anggota IWO adalah JRTP. Dan JRTP kala itu sudah bisa pulang setelah selesai pemeriksaan, namun IWO tetap mendampingi kru sorotdaerah.com karena LS masih ditahan dan statusnya naik jadi tersangka.

Walau pun LS bukan anggota IWO dan anggota organisasi pers lainnya, namun perwakilan IWO tetap mendampingi LS. Alasannya karena kemanusian. Saat istirahat usai pemeriksaan, kru sorotdaerah.com menceritakan bahwa LS merupakan tulang punggung keluarga, LS juga membiayai kuliah 3 orang adiknya. Selain itu, rencananya LS akan menikah dengan kekasihnya pada Juni 2018 mendatang. Sebagai manusia biasa yang memiliki empati, perwakilan IWO langsung memutuskan akan membantu dan mendampingi LS secara lembaga dan individu.

Penyelesaikan Persoalan

Setelah melakukan analisis dan rapat internal terkait kasus yang dialami LS. Pengurus IWO Sumut dan IWO Medan menyarankan kepada LS dan kru Sorotdaerah.com untuk menempuh jalur musyawarah kepada Kapolda Sumut untuk menyelesaikan kasus tersebut dengan jalan terbaik.

Sama halnya dengan IWO, LS dan kru sorotdaerah.com juga ingin menyelesaikan persoalan itu dengan damai. Setelah sepakat akan menempuh jalur musyawarah dengan mediasi antara kru sorotdaerah dengan Kapolda Sumut, maka IWO menempuh komunikasi dengan perwakilan Kapolda Sumut.

Setelah berkoordinasi dengan pihak Polda Sumut, akhirnya perwakilan Kapolda Sumut bersedia menerima mediasi tersebut. Mediasi pun berlangsung di Mapolda Sumut, Kota Medan pada Kamis 8 Maret 2018. Dalam mediasi itu, Kapolda Sumut diwakili oleh Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto serta jajaran pejabat Polda Sumut. Dari kru sorotdaerah.com yang hadir dalam mediasi adalah JRTP serta kru lainnya. Sedangkan IWO sebagai pendamping yang hadir adalah Ketua IWO Sumut dan Ketua IWO Medan.

Dalam mediasi itu dicapai beberapa hal penting yakni :

  1. Pihak sorotdaerah.com mewakili LS minta maaf kepada Kapolda Sumut atas pemberitaan tersebut.
  2. Pihak sorotdaerah.com mengaku ada kelalaian yang dilakukan krunya dalam pembuatan berita.
  3. Pihak sorotdaerah.com berharap agar ada jalan damai dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
  4. LS akan membuat surat permohonan maaf kepada Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw.
  5. Pihak Polda akan menyampaikan permohonan maaf tersebut kepada Kapolda Sumut
  6. Pihak Polda akan menyampaikan kepada Kapolda Sumut terkait jalur musyawarah dengan menimbang aspek kemanusian, yakni LS merupakan tulang punggung keluarga, LS juga membiayai kuliah 3 orang adiknya. Selain itu, rencananya LS akan menikah pada bulan Juni mendatang.
  7. Pihak IWO akan membantu kedua belah pihak dalam segi pemberitaan dan koordinasi.

Hasil Musyawarah

Setelah musyawarah antara pihak sorotdaerah.com dan perwakilan Kapolda Sumut terjalin. Maka LS bisa ditangguhkan penahanannya. LS sendiri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, utamanya Kepolisian, IWO, rekan jurnalis dan masyarakat umum yang mendukung penyelesaikan kasus itu dengan baik.

Saat ini, LS sudah bisa bertemu dengan keluarganya. Begitu juga dengan JRTP dan seluruh kru sorodaerah.com sudah kembali pulang. Kendati demikian, sorotdaerah.com juga harus melakukan klarifikasi atas pemberitaan yang diduga mencemarkan nama baik Kapolda Sumut.

Imbauan

Kami, IWO mengimbau agar semua pihak menahan diri atas permasalahan sorotdaerah.com tersebut. Saat ini proses hukum masih berlangsung, kami minta pengertian kepada semua pihak atas kasus ini. Mari kita menyikapi permasalahan ini dengan kepala dingin. Kita sampingkan ego kita masing-masing dalam hal ini. Kita hargai perbedaan sikap yang ada, dan yang terpenting kita utamakan aspek kemanusian dan kepentingan umum. Jangan karena ego kita, malah merugikan orang lain.

Kepastian Keanggotaan JRTP di Organisasi Pers

Dalam persoalan sorotdaerah.com ini terungkap bahwa JRTP yang merupakan pimpinan sorotdaerah.com memiliki keanggotaan ganda di dua organisasi pers yang berbeda yakni di IWO dan organisasi pers lainnya. Dalam persoalan antara sorotdaerah.com dengan Kapolda Sumut, kami IWO tidak memandang keanggotannya dalam berorganisasi. IWO tetap membantu JRTP dan kru sorotdaerah.com karena mereka semua rakyat Indonesia.

Kendati demikian, dari rapat terakhir  IWO Sumut, dihasilkan keputusan, JRTP harus memilih salah satu organisasi pers yang diikutinya. IWO memberikan waktu selama 7 hari, terhitung dari disampaikannya keputusan tersebut oleh Ketua IWO Sumut. Jika dalam waktu 7 hari JRTP tidak memberikan jawaban, maka secara otomatis JRTP dipecat dari Pengurus Daerah IWO Simalungun. Selama 7 hari itu pula, JRTP

tidak dibolehkan melakukan kegiatan organisasi di IWO dan menggerakan roda organisasi.

Kesimpulan

Dalam persoalan antara sorotdaerah.com dengan kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw, IWO tidak ingin tergesa-gesa mempublikasikan langkah-langkah yang dilakukan serta analisis yang sudah disimpulkan.Dalam perkara hukum, tentunya sebagai warga negara Indonesia yang santun lebih mengutamakan musyawarah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Perlu ditegaskan sekali lagi bahwa, persoalan yang terjadi antara sorotdaerah.com dengan Kapolda Sumut tidak masuk dalam ranah dunia pers. Sehingga langkah terbaik yang dilakukan adalah musyawarah.

Kami IWO juga tidak ingin mendebatkan apakah permasalah tersebut masuk ke dalam bidang pers atau tidak. Terlebih kami menimbang kondisi Psikologi LS yang kala itu masih ditahan di sel. Sehingga upaya musyawarah segera dilakukan.

Tentunya, anggota IWO yang semuanya adalah jurnalis mengedepankan kebebasan pers. Fungsi utama jurnalis adalah kontrol sosial, terlebih bagi junrnalis yang tergabung dalam IWO.

Menurut Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Dinyatakan bahwa pers merupakan lembaga sosial dan wahana kominukasi massa yang melakasanakan kegiatan jurnalistik. Dalam hal ini pers yang berperan sebagai media informasi tentunya memiliki fungsi pendidikan dan hiburan, selain itu pers juga berfungsi sebagai kontrol sosial.

Dalam fungsi pers sebagai kontrol sosial terkandung makna demokratis yang didalamnya terdapat unsur-unsur Social Participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan); Social Responsbility (pertanggung jawaban pemerintah terhadap rakyat); Social Support (dukungan rakyat terhadap pemerintah); Sosial Control (pengawasan terhadap tindakan-tindakan pemerintah dimasyarakat)

Pers harus bisa menjembatani semua pihak, kontrol sosial dan dapat memberikan informasi yang berimbang dan aktual yang pada akhirnya dapat memberikan solusi dalam setiap kerja-kerja pemerintah.

Kami, anggota IWO tetap mengikuti semua etika dan aturan yang tertuang dalam undang-undang pers. Bahkan jika ada anggota yang melanggar kode etik jurnalistik, sanksinya tegas, yakni pemecatan sebagai anggota IWO.

Di sisi lain, IWO Sumut dan IWO Medan berkomitmen mengutamakan kepentingan masyarakat umum. Tentunya pengabdian kepada bangsa dan negara adalah hal yang paling utama dalam kehidupan sosial bernegara.

Setelah dicapai musyawarah dalam kasus ini, IWO mengapresiasi semua pihak yang membantu dan mendukung penyelesaian masalah ini dengan baik. Baik LS ataupun Kapolda Sumut, keduanya adalah warga negara Indonesia yang pasti mengedepankan jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Semoga kasus ini jadi pembelajaran semua pihak, semoga kita semua juga mendapat rahmat dan karunia dari Allah Swt. Amin.

Hormat Kami,

Ketua IWO Sumut

Mei Leandha

Ketua IWO Medan

Erie Prasetyo

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.