Penganiayaan Terhadap Guru Terulang Kembali di Bolaang Mangandow

0
43

Kobarpapua.com, Jakarta – Belum hilang dari ingatan kita, bahwa beberapa minggu lalu seorang siswa tega melakukan kekerasan fisik terhadap gurunya hingga meninggal dunia  lantaran mendapat teguran dari gurunya. Peristiwa ini sempat mendapat perhatian Presiden Republik Indonesia bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sangat menyayangkan atas kejadian ini,  dimana saat ini Pemerintah sedang menggalakkan pendidikan berkarakter di Indonesia.

Peristiwa Kekerasan dan penganiayaan  fisik yang sama juga terjadi di Sulawesi Utara. Kemarin Selasa 13/02/18 pukul 10.00 Wita, seorang Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Lolak, Kabupaten Bolaang Mangondow, Propinsi Sulawesi Utara Astri Tampi, SPd mendapat penganiayaan mengakibatkan  luka serius di wajah dan kepala yang dilakukan  dengan oleh salah seorang wali murid dengan cara memukul dengan menggunakan meja kaca dan kaji meja karena anaknya mendapat teguran dan untuk membuat surat pernyataan atas kenakalannya.

Peristiwa itu terjadi sangat cepat dan diluar dugaan ibu Kepala Sekolah. Menurut informasi yang dihimpun pegiat perlindungan anak di Bolaang Mangondow, Setelah  seorang wali murid mendapat pengaduan dari anaknya, lalu dengan begitu cepat wali murid mendatangi ruang kepala sekolah lalu menghantamkam meja kaca persis mengenai kepala dan wajah kepala sekolah, lalu memukulnya dengan menggunakan kaki meja.

mengingat peristiwa ini merupakan tindak pidana kekerasan  dan jika ditemukan bukti bahwa wali murid melakukan tindak pidana penganiayaan,  Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang terus menerus mengkampanyekan sekolah ramah  anak dan sekolah yang berkarakter,  mendesak pihak Kepolisian Di Bolaang Mangondow segera menangkap dan menahan terduga pelaku dan meminta segera Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mangondow memberikan perlindungan kepada korban yakni Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Lolak, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak menanggapi kasus penganiayaan dan kekerasan terhadap  Kepala Sekolah SMPN 4 di Bolaang Mangondow, Rabu 14/02/18 di Jakarta.

Arist menambahkan,  untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi guru dalam memberikan pelajaran dalam proses belajar mengajar dilingkungan sekolah, mendesak segera Kepala Dinas Pendidikan dan Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan Bolaang Mangondow untuk segera melakukan evaluasi  proses belajar mengajar dan menetapkan lingkungan Sekolah menjadi lingkungan atau zona zero kekerasan baik yang dilakukan diantara paserta didik, wali murid, pengelolah sekolah maupun guru.

Dan sudah saatnya pula Lingkungan sekolah wajib menjadi zona anti kekerasan.  Dan meminta kepada murid dan orangtua untuk menghormati profesi guru dan tidak melakukan kekerasa  dan maon hakim sendiri karena sangat patal akibatnya, imbuh Arist.

Dan dalam rangkah sosialisasi sekolah ramah anak dan berkarakter di Bolaang Mangondow dan kampanye zero kekerasan terhadap murid dan guru dilingkungan sekolah, Komnas Perlindungan Anak   meminta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Propinsi Sulut dan Kelompok kerja Perlindungan Anak di Bolaang Mangondow membangun kerjasama sinergitas dengan Dinas Pendidikan Pendidikan guna melaksanakan  kerjasama program  Sekolah ramah,  berkarakter dan bersahabat dengan anak . (Red/KP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.