Pelatihan Auditor Verifikasi Legalitas Kayu

0
179

Kobarpapua.com, Sorong – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI gelar Pelatihan  auditor untuk Verifikasi Legalitas Kayu (VLK) Industri yang diikuti 20 peserta dengan tujuan untuk meningkatkan ketersediaan jumlah auditor di wilayah timur Indonesia, khususnya maluku dan papua. Dimana pelatihan digadang bertempat di Hotel City View Kota Sorong, Selasa (3/17).

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rufie’ie mengatakan bahwa kebutuhan auditor dan lembaga sertivikasi masih sangat terbuka untuk mendukung implementasi Sistem Verifikasi Legalitas Kasyu (SVLK), yang diperlukan oleh tenaga auditor dan lembaga sertifikasi dibidang SVLK di Industri, auditor di bidang Verifikasi Legalitas Kayu (VLK) di hutan dan auditor, maka di Bidang Penilaian Pengelolaan Hutan dan Produksi Lestari.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rufie’ie

Saat ini lembaga sertifikasi kebanyakan berada di pulau jawa, dari 25 lembaga diverifikasi hanya dua lembaga yang berada di luar pulau jawa, yaitu Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. “Dengan diadakannya pelatihan calon auditor ini semoga akan lebih tersebar lagi, bisa ada di mana-mana dan kalau mau melakukan sertifikasi bukan hanya di jawa, tetapi di luar pulau jawa pun bisa, kata Rufie.

Meski belum ada lembaga verifikasi di Papua, tetapi auditor saat ini dapat dimanfaatkan, sehingga dapat mempermudah pelaksanaan verifikasi. “Sistemnya seperti apa, kalau mau diverifikasi apa yang disiapkan nanti ada prosesnya, kalau mereka mau verifikasi, apa saja yang harus diperlukan, sehingga mereka dapat memahami, yang penting prinsip standarnya seperti apa, ungkapnya.

Sementara Dekan fakultas Kehutanan, Universitas Papua, Bernadus Retob menyambut baik program yang diselenggarakan oleh Kementraian Lingkungan Hidup, Kedepan kita harus mempunyai satu cabang sertifikasi  ada di Papua, sehingga auditor yang lulus dalam pelatihan ini dapat dibantu untuk membantu dalam pelaksanakan sertifikasi baik di hutan , maupun tanaman,  industry. “Jika semua mengharapkan dari jawa maka biaya akan tinggi” pungkas Bernadus.

Bernadus mengaku jika pihaknya akan memasukkan materi ini kedalam kurikulum pembelajaran pada Universitas Papua. Sehingga mahasiswa dapat memahami betapa pentingnya SVLK di industry, tutupnya. @Marni/Hp

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.