Pastor Izack Bame, PR : Hak Anak di Papua Kurang Mendapat Perhatian

0
298
Hari Anak Misioner Sedunia / Insert Photo : Laurent R

“Perayaan Anak Misioner Sedunia”

Sorong, Kobarpapua.com – Pastor Paroki Santo Yohanes Pembaptis (YoPem), Izack Bame, PR, Pastor dari Keuskupan Manokwari-Sorong pada perayaan Misa Penampakan Tuhan kemarin mengajak seluruh umat di Paroki ‘YoPem’ untuk melihat kembali peranannya sebagai orangtua. “Hari ini Hari Anak Misioner Sedunia” artinya kasih dan kesetiaan Tuhan kepada anak-anak harus diwujudyatakan dalam kehidupan keluarga. Orangtua wajib terus menyatakan cinta Tuhan bukan kebencian kepada anak-anak,”ajak Izack Bame dalam khotbahnya.

Lebih dalam Pastor Izack Bame mengatakan orangtua (Ibu) melahirkan anak setelah melahirkan  anak maka Bapa dan Ibu sebagai orangtua wajib menjaga, memelihara, mendidik, membesarkan dan lebih penting lagi memberikan hak-hak anak. “Sebagai orangtua, wajib menolong anak dan memberikan hak dan kewajiban, jangan sampai mereka ditelantarkan orangtuanya,” tegas Pastor Izack.

“Sangat sedih lagi jika anak-anak dibiarkan tanpa kasih sayang orangtua. Pada hal mereka harus belajar dalam keluarga cara menolong sesamanya yang mengalami kesusahan, penderitaan, kelaparan dan cara membagi kasih sayang,” terang Izack Bame.

Hari Anak Nasional yang setiap tahun dirayakan dengan berbagai kegiatan, mulai dari lomba-lomba, pentas seni, hingga penyerahan penghargaan kepada anak-anak berprestasi

Di balik kemeriahan perayaan tersebut, sebenarnya kita diajak untuk merenungkan kembali apakah anak-anak sudah mendapatkan hak-haknya dengan baik. Kewajiban orang tua adalah mendidik dan membesarkan anak dengan penuh kasih sayang. Namun terkadang, ada orang tua yang lupa akan perannya tersebut dan tidak menghormati anak-anak.

Lalu, apa sebenarnya yang menjadi hak anak? Pastor Izack mengatakan menurut Konvensi Hak Anak yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1989, ada 10 hak anak yang harus dipenuhi, yaitu: Hak untuk bermain, Hak untuk mendapatkan pendidikan, Hak untuk mendapatkan perlindungan, Hak untuk mendapatkan nama (identitas), Hak untuk mendapatkan status kebangsaan, Hak untuk mendapatkan makanan, Hak untuk mendapatkan akses kesehatan, Hak untuk mendapatkan rekreasi, Hak untuk mendapatkan kesamaan, Hak untuk berperan dalam pembangunan

Pastor Izack Bame akhirnya meminta orangtua untuk belajar dari salah satu Uskup Pendiri Serikat Kepausan Anak-Anak Misioner (Sekami). Serikat ini didirikan pada 19 Mei 1843 oleh YM Mgr. De Forbin Janson (1785-1844), Uskup Nancy di Perancis dalam sebuah sidang keuskupan memberi nama  Serikat Kanak-kanak Suci (The Society of the Holy Childhood).

Serikat ini mempunyai motto : Anak menolong anak (Children helping children), dengan semangat dasar : Doa, Derma, Kurban dan kesaksian (2D2K).  Awalnya serikat ini bersifat lokal, tetapi kemudian mendapat status kepausan pada tanggal 3 Mei 1922 dari Paus Pius XI, dengan nama Serikat Kepausan Anak-anak Misioner (The Pontifical Society of the Holy Childhood) dan berkedudukan di Roma.

Tujuan serikat ini mendidik anak-anak dan remaja dengan semangat solidaritas misioner, membantu mereka memahami orang-orang yang membutuhkan untuk membantu teman-teman sebaya di negara-negara misi dengan doa dan bantuan material mereka.

Setiap tahun dirayakan Hari Anak Misioner Sedunia yang diperingati pada hari Minggu pertama bulan Januari (Pesta penampakkan Tuhan). Inilah hari yang mempersatukan semua anak di dunia dalam semboyan “Children Helping Children” dan dalam semangat 2D2K.

Pada akhir khotbah, Pastor Izack berharap agar anak bisa menikmati hidupnya dengan penuh sukacita. “Semoga anak-anak Indonesia di Tanah Papua saling menolong dan mereka yang terlantar mendapat perhatian serta hak-haknya bisa terpenuhi sebagaimana Tuhan selalu mencintai anak-anak,” harap Pastor Izack Bame. (Laurent R/KPC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.