Panitia Widi International Fishing Tournament Terlantarkan Wartawan

0
164
Wartawan yang jadi korban Liputan Wift

Kobarpapua.com, Maluku Utara – Event Widi International Fishing Tournament (WIFT) 2017, telah usai dua hari lalu, seluruh peserta baik manca negara maupun dalam negeri telah kembali. Ada yang memboyong piala ada juga yang kembali dengan tangan kosong. Namun perasaan trauma masyarakat belum hilang dibenak. Terutama delapan jurnalis, yang diundang khusus meliput jalanya event tersebut.

Betapa tidak 8 wartawan yang keseharian meliput di-internal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) di-Sofifi ini, nyaris tenggelam saat hendak menyebrang dari desa Gane menuju Babang. Bahkan spedboat yang ditumpangi terdampar ke-desa Tabapoma sekitar 20 kilo meter dari desa Babang.

Kedelapan wartawan yang tergabung baik Online maupun elektronik ini masing-masing, media Sindo raya, liputan6, Kantor Berita, Berita Satu, Brindo News, RRI.co.id, MNCTV Grup dan TVRI.

Peristiwa ini terjadi bermula, saat para wartawan hendak naik ke-kapal Bahari Expres, untuk balik ke-Babang usai meliput jalanya lomba mancing, tiba-tiba mereka diminta turun dari kapal oleh panitia WIFT, dengan alasan kapasitas kapal tidak mencukupi karena jumlah peserta lebih banyak. Karena dibentak petugas, dengan berat para jurnalis ini-pun harus kembali turun ke-dermaga.

Setelah diatas dermaga, kedelapan wartawan ini-pun bingung mau mencari tumpangan untuk bisa kembali.. Satu-satunya transportasi yang tersedia hanya motor tempel milik nelayan desa Ranga ranga. Dengan terpaksa tanpa pikir panjang mereka meminta untuk diantar ke-desa Gane Luar. Sesampainya didesa Gane luar, lalu mencari transportasi ojek menuju desa Gane Dalam, perjalan kurang lebih 30 menit diatas jalan tanah.

Sesampainya di desa Gane Dalam, mereka mencari tumpangan untuk menuju ke-desa Babang, namun hasinya nihil tidak ada kapal yang bisa ditumpangi, dengan terpaksa para jurnalis ini menginap di rumah warga meskipun belum dikenal. Besoknya, pada senin (30/10) para wartawan melanjutkan perjalanan dengan speedboat reguler.

Perjalanan dari Gane luar biasanya hanya kurang lebih dua jam, namun karena kondisi cuaca yang tidak stabil dengan tinggi ombak mencapai satu meter stengah, speedboat yang ditumpangi ditengah perjalanan mengalami kendala. Dimana tali kemudi (stir red), putus dan terpaksa speedboat yang memuat penumpang kurang lebih 40 orang itu terdampar arah timur pulau Bacan, terpaksa kurang lebih 20 penumpng harus turun didesa Tabapoma termasuk delapan jurnalis tersebut. Dari Tabapoma, para wartawan lalu menumpangi mobil warga menuju ke-desa Babang.

“Kami sungguh kecewa dengan pelayanan panitia WIFT. Kami diundang secara resmi oleh panitia, namun ketika dilapangan ternyata diterlantarkan, mereka (panitia WIFT) termasuk kepala dinas kelautan dan perikanan Buyung Radjilun, sangat tidak menghargai profesi jurnalis. Nyawa kami menjadi taruhan dalam peliputan event ini, sebab speedboat yang kami tumpangi nyaris terbalik dihantam ombak.” Kisah Hijrah.

menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadis DKP) Buyung Radjiloen, mengaku pihaknya tidak berniat mengusir delapan jurnalis tersebut, bahkan dia sendiri tidak tahu kalau mereka diturunkan. Saat mengetahui insiden tersebut, dia meminta mereka naik ke speedboat milik DKP, namun para jurnalis tidak bersedia.

“saya minta mereka naik ke speedboat kami, biar saja saya yang ditinggal asalkan mereka (jurnalis-red) tidak harus ditinggal. Hanya saja, insiden pengusiran itu membuat mereka tersinggung dan tidak bersedia naik keatas speedboat dan kembali dengan menempuh jalur lewat gane,”ungkapnya.

Dia mengaku, sebelumnya tidak pernah tahu kalau ada wartawan yang sampai di Widi, sebab seluruh wartawan yang diundang hanya untuk meliput serimoni pembukaan.

“saya minta maaf atas insiden ini, saya juga telah memfasilitasi mereka untuk kembali ke-Ternate,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua Komunitas Wartawan Gosale (Kowar) Alfajri A. Rahman, mengutuk keras sikap panitia WIFT. Dia menganggap panitia WIFT tidak menghargai hubungan kemitraan yang dibangun selama ini.”Teman-teman Jurnalis selama event ini selalu mengawal proses”, ungkapnya. (Red/KP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini