Pameran Pendidikan Daerah Pinggiran dan Terpencil di Kabupaten Sorong

0
64

Kobarpapua.com, Aimas (Kabsor) – Dalam memperingati Hari Hardiknas 2018 yang jatuh pada tanggal 2 Mei  besok, Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong bermitra dengan STKIP Muhammadiyah Sorong dengan Unicef melakukan pameran pendidikan dengan berbagai perlombaaan tentang pendidikan untuk daerah pinggiran dan terpencil. Perlombaan Gemar membaca untuk masa depan dilaksanakan  tanggal 28 -30 Mei 2018 bertempat di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong – Papua Barat.

Kepas Kalasuat, S.Pd selaku Kepala Dinas  Kabupaten Sorong mengatakan Dinas Pendidikan yang dipimpinya telah bermitra dengan pemerintah Australia, unicef dan  STKIP Muhammadiyah Sorong mulai tahun 2015. Keberadaan  20 sekolah dasar yang ada di 7 distrik antara lain Distrik Klamono, Makbon, Seget, Segun, Moisegin, Klawak, dan Distrik Klasafet sekarang sudah bisa tahu baca tulis. “Sekarang sudah lebih baik, setelah program Unicef ada”, ungkap Kadis Pendidikan Kalasuat.

Dinas pendidikan sangat bangga terhadap anak-anak yang bersekolah di daerah terpencil  tidak ketinggalan juga sama dengan anak – anak yang bersekolah di kota, ungkapnya.

Sementara Edo Kondologit yang digadang meramaikan acara mengatakan  selaku anak  Sorong yang pernah bersekolah di daerah terpencil, melihat prestasi anak di daerah terpencil saat ini sudah baik, bisa tahu baca tulis dan mengikuti lomba hari ini, kata Edo.

Edo Kondologit sangat berterima kasih kepada Pemerintah Australia atau unicef telah membantu anak-anak kami yang bersekolah di daerah terpencil, ujarnya.

Sementara Nursalim selaku partnership Manager Program Literansi mitra Dinas Pendidikan, STKIP – Unicef  menuturkan bahwa studi awal 2015, melakukan surfei semua sekolah di daerah terpencil di Kabupaten Sorong. Kami ambil 30 % daerah terpencil dan pinggiran dan 60% anak-anak dari kelas 1,2,3 ,dan 4,5,6 tidak dapat membaca dan menulis. Unicef mencoba mengurangi buta huruf Cq Pemerintah Australia bekerja sama dengan STKIP Muhammadiyah Sorong.

“Saat ini 10% anak-anak bisa baca dan tulis, sehingga 20 sekolah bisa mendapat aspresiasi  yang baik di tanah Papua” tutup Nursalim. (Marni/hp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.