Presiden Jokowi Minta Pemerintah Myanmar Hentikan Kekerasan Etnis Rohingya

0
267

Kobarpapua,com, Jakarta  – Presiden Jokowi mengaku menyesalkan aksi kekerasan terhadap warga Rohingya. Ia juga menegaskan pemerintah Indonesia turut membantu mengatasi krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya.

Jokowi telah meminta Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi untuk menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah pihak, seperti Sekjen Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres hingga Komisi Penasihat Khusus untuk Rohingya, Kofi Annan.

“Sore tadi Menlu telah berangkat ke Myanmar untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (3/9).

Untuk penanganan kemanusiaan akibat konflik tersebut, Jokowi mengatakan, pemerintah Indonesia telah mengirim bantuan berupa makanan dan obat-obatan sebanyak sepuluh kontainer pada bulan Januari dan Februari lalu. Tak hanya itu, pemerintah juga telah membangun sekolah yang berdiri di Rakhine State yang merupakan tempat pengungsian.

“Dan juga segera membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober yang akan datang di Rakhine State,” ujarnya. Menlu Retno Marsudi dijadwalkan bertemu dengan Menlu merangkap Konselor Negara Republik Persatuan Myanmar Aung San Suu Kyi yang juga pemimpin Partai Liga Demokrasi Nasional, partai mayoritas parlemen Myanmar pada Senin (4/9) di Myanmar.

Keduanya sudah pernah bertemu di Myanmar pada 6 Desember 2016 dan pada 19 Desember 2016. Ketiga pertemuan itu membahas agenda solusi atas tragedi kemanusiaan yang menimpa masyarakat etnis Muslim Rohingya yang tinggal di negara bagian Rakhine (atau biasa pula disebut Arakan).

Sumber: http://nasional.kini.co.id/2017/09/03/25805/jokowi-minta-pemerintah-myanmar-hentikan-kekerasan-etnis-rohingya

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.