Lombok Kembali Diguncang Gempa 7 Skala Richter

0
126
Dampak Gempa Lombok 7 Skala Richter di parkiran salah satu Mal di Bali/Foto : Istimewa

KOBARPAPUA.COM, LOMBOK – Gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diikuti dengan gempa susulan sebanyak 14 kali, Minggu (5/8/2018).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada team lapangan membenarkan 14 kali gempa susulan tersebut, “Hingga saat ini telah ada 14 kali gempa susulan” ucap Sutopo.

Gempa pertama terjadi pada pukul 18.46 WIB dengan kekuatan 7 SR pada kedalaman 15 km. Gempa ini berpusat 18 km Barat Barat Laut Lombok Timur NTB dan berpotensi tsunami.

Gempa berkekuatan 7 SR dirasakan di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Bali hingga Jawa Timur bagian Timur. Pada saat gempa, guncangan dirasakan sangat keras di Kota Mataram. Banyak masyarakat berhamburan keluar rumah, serta lalu lalang di jalan tanpa penerangan karena listrik padam.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah ada tsunami dengan ketinggian yang masuk kedaratan 10 cm dan 13 cm. Diperkirakan maksimum ketinggian tsunami 0,5 meter, tapi warning Tsunami sudah berakhir.

Sementara, Dampak gempabumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang luas. Hingga Senin dini hari (6/8/2018) pukul 02.30 WIB tercatat 82 orang meninggal dunia akibat gempa, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan. Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempabumi.

Daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 82 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Di saat penanganan darurat dampak gempa 6,4 SR masih berlangsung, terutama di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur, tiba-tiba masyarakat diguncang gempa dengan kekuatan yang lebih besar. Masyarakat panik dan berhamburan di jalan-jalan dan bangunan dan rumah yang sebelumnya sudah rusak akibat gempa sebelumnya menjadi lebih rusak dan roboh. Apalagi ada peringatan dini tsunami menyebabkan masyarakat makin panik dan trauma sehingga pengungsian di banyak tempat.

Korban luka-luka banyak yang dirawat di luar puskesmas dan rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak. Selain itu gempa susulan terus berlangsung. Hingga 5/8/2018 pukul 24.00 WIB terjadi 80 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil. BMKG menyatakan bahwa gempa 7 SR tadi adalah gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran. Kondisi malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menyebabkan kendala di lapangan. Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.(RED)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.