Mengapa 1 Januari Jadi Hari Tahun Baru?, Ini Sejarahnya

0
240

Kobarpapua.com – Perayaan tahun baru 1 Januari menjadi rutinitas masyarakat di seluruh dunia, hingar bingar menyambut tahun baru dengan terompet, petasan, kembang api, konvoi, pemandangan yang “ lazim” kita saksikan.

Segerombolan manusia datang ke pusat kota di malam itu. Mereka tidak lupa membawa orang-orang yang dicintainya, mulai dari keluarga hingga pacar atau sahabat.

Malam itu, pusat kota berbeda dari biasanya. Kota yang tadinya sepi berubah menjadi ramai. Tepat jam 12, petasan dinyalakan, harapan ditasbihkan, dan kegembiraan terpancar di setiap wajah manusia yang memenuhi pusat kota.

UC News melansir, itulah sedikit gambaran dari berbagai pusat kota di dunia pada tanggal 31 Desember. Tujuan mereka adalah sama, yakni menyambut tahun baru atau tanggal 1 Januari. Tentu setiap peristiwa mempunyai sejarahnya masing-masing. Bagaiaman 1 Januari bisa dirayakan manusia-manusia dunia sebagai hari tahun baru? ini sejarahnya seperti dilansir history.com

julius caesar (sumber: businessinsider.com)

Semua berawal saat kekaisaran romawi dalam puncak kejayaan. Nama Julius Caesar lah yang paling berpengaruh, seorang diktaktor Romawi yang berkuasa selama 10 tahun.

Setelah pertama kali berkuasa, sang diktaktor ingin merubah kalender Romawi tradisional. Sebelum reformasi ini dimulai, kalender Romawi sudah diperkenalkan sekitar abad ke tujuh SM. Namun kalender ini terasa tidak sempurna. Mengikuti siklus bulan, tapi beberapa kali kacau karena fase musim.

Kecacatan sistem kalender lama membuat Julius Caesar ingin mereformasinya. Apalagi Pontifisi, badan kalender Romawi sering menyalahgunakan otoritasnya dalam kegiatan politis. Yakni menambah hari demi hari untuk memperpanjang persyaratan politik dan juga pemilihan pemimpin. Kontan, Caesar risih karena hal ini bisa mengganggu singgasana politiknya.

Sosigenes dari Alexandria (sumber : timeanddate.com)

Dalam mereformasi sitem kalender ini, ia tidak melakukannya sendiri. Caesar menggandeng Sosigenes, seorang astronom asal Aleksandira. Sosigenes kemudian menyarankan Caesar agar siklus bulan secara keseluruhan dihentikan dan kalender Romawi harus mengikuti tahun matahari, seperti yang sudah dilakukan masyarakat Mesir.

Pada tahun 14 SM kalender Romawi baru pun dimulai dan 1 Januari dianggap sebagai hari tahun barunya. Ini sekaligus yang pertama dalam sejarah dan kalender Julian (mengacu pada nama Julius Caesar) mulai diberlakukan. Setiap tahun dikalkulasikan 365 dan 1/4 hari.

Selama berkuasa, ia juga bukan hanya mengganti sistem kalender, tapi juga nama bulan yang ada didalamnya. Sesaat sebelum pembunuhannya pada 44 SM, Caesar mengganti nama bulan Quintilis menjadi Juli, yang mengacu kepada namanya, Hingga kini, bulan tersebut masih bernama Juli, bukan Quintilis.

Dirubah oleh Pihak Gereja Katolik Roma

Paus Gregorius VII (sumber: bbc.com)

Sistem kalender baru yang diperkenalkan Julias Caesar bukannya tanpa halangan. Selama abad pertengahan, praktek perayaan tahun baru di Bulan Januari ternyata menurun. Hal ini karena Caesar dan Sosigenes salah dalam menghitung nilai benar untuk tahun matahari, yakni 365.242199 hari, seharusnya 365,25 hari. Artinya per tahun akan mengalami kesalahan selama 11 menit yang juga akan menambahkan 7 hari pada tahun 1000, dan 10 hari pada pertengahan abad ke-15.

Pihak Gereja Roma yang kala itu sangat dominan di Eropa mensiasati kesalahan ini. Di tahun 1570-an, Paus Gregoriuous XIII menugaskan seorang astronom bernama Jesuit Christoper Clavius untuk merombak kalender Julian.

Pada tahun 1582, kalender baru pengganti kalender Julian diperkenalkan. Kalender tersebut dinamai kalender Gregorian. Mengacu kepada nama Paus Gregoriuous XIII itu sendiri. Saat pertamakali diimplementasikan pada tahun 1582 itu, kalender Gregorian menghilangkan 10 hari untuk tahun tersebut. Ada juga regulasi baru lainnya, yakni hanya satu dari setiap empat ratus tahun yang akan menajdi tahun kabisat.

Dan sejak saat itu, semua orang dari penjuru dunia merayakan tahun baru jatuh pada tanggal 1 Januari. Kita sekarang menganut kalender Gregorian.

(Referensi: www.history.com/this-day-in-history/new-years-day )

In 45 B.C., New Year’s Day is celebrated on January 1 for the first time in history as the Julian calendar takes effect.

Soon after becoming Roman dictator, Julius Caesar decided that the traditional Roman calendar was in dire need of reform. Introduced around the seventh century B.C., the Roman calendar attempted to follow the lunar cycle but frequently fell out of phase with the seasons and had to be corrected. In addition, the pontifices, the Roman body charged with overseeing the calendar, often abused its authority by adding days to extend political terms or interfere with elections.

In designing his new calendar, Caesar enlisted the aid of Sosigenes, an Alexandrian astronomer, who advised him to do away with the lunar cycle entirely and follow the solar year, as did the Egyptians. The year was calculated to be 365 and 1/4 days, and Caesar added 67 days to 45 B.C., making 46 B.C. begin on January 1, rather than in March. He also decreed that every four years a day be added to February, thus theoretically keeping his calendar from falling out of step. Shortly before his assassination in 44 B.C., he changed the name of the month Quintilis to Julius (July) after himself. Later, the month of Sextilis was renamed Augustus (August) after his successor.

Celebration of New Year’s Day in January fell out of practice during the Middle Ages, and even those who strictly adhered to the Julian calendar did not observe the New Year exactly on January 1. The reason for the latter was that Caesar and Sosigenes failed to calculate the correct value for the solar year as 365.242199 days, not 365.25 days. Thus, an 11-minute-a-year error added seven days by the year 1000, and 10 days by the mid-15th century.

The Roman church became aware of this problem, and in the 1570s Pope Gregory XIII commissioned Jesuit astronomer Christopher Clavius to come up with a new calendar. In 1582, the Gregorian calendar was implemented, omitting 10 days for that year and establishing the new rule that only one of every four centennial years should be a leap year. Since then, people around the world have gathered en masse on January 1 to celebrate the precise arrival of the New Year. (sumber : http://www.history.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.