Masyarakat Tambrauw Olah Tanaman Milan Jadi Produk Berkualitas

0
269
Wakil Bupati Tambrauw meninjau Pengolahan Hasil Produksi tanaman milan di Sausapor, Kabupaten Tambrauw

Kobarpapua.com, Sausapor ( Tambrauw ) – Keunikan Kabupaten Tambrauw selain kaya  potensi-potensi wisata juga menyimpan banyak hasil alam. Terbukti sebuah perusahaan tradisional yang lahir dari kreativitas masyarakat Distrik Sausapor sudah hadir sejak 3 tahun silam bergerak dibidang pengolahan produksi sabun, minyak wangi, odol, shampo dan bedak tabur dengan bahan dasar lokal yakni tanaman milan jadi keunggulan rakyat Tambrauw.

Pemerintah Kabupaten Tambrauw melalui Wakil Bupati Mesak Metusala Yekwam bersama Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tambrauw David Sedik melakukan kunjungan ke lokasi tempat perusahaan beroperasi. Rasa bangga dan suka cita tampak berseri terlihat di raut wajah Wakil Bupati saat tiba di tempat tujuan sambil memberikan salam persaudaraan kepada masyarakat yang ada di perusahaan tradisional.

Wakil Bupati melihat langsung tanaman milan 2 hektar milik masyarakat Tambrauw

Berbeda dengan perusahaan yang sudah maju dan berkembang, perusahaan tradisional yang dikelolah secara murni oleh masyarakat setempat tampak sederhana dan terlihat masih sangat alami. Betapa tidak, kualitas produk dengan berbahan dasar tanaman milan sangat menjanjikan untuk diperjual belikan.

“Ini sangat menjanjikan dan menjadi salah satu ikon Kabupaten Tambrauw, produk yang dihasilkan dapat dipasarkan keluar karena perusahaan tradisional murni hasil karya masyarakat Tambrauw yang mampu mengolah dan mengembangkan tanaman milan menjadi produk-produk lokal yang berkualitas dan menjanjikan,” ungkap Mesak bangga, di lokasi perusahaan tradisional.

Produk yang dihasilkan Tanaman Milan di Kabupaten Tambrauw

Sementara, Wakil Bupati mengatakan  tanaman Milan dapat diolah sedemikian rupa dengan alat produksi yang serba alamiah menghasilkan produk-produk berkualitas, Pemerintah Tambrauw berjanji berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memprioritaskan dan memberi perhatian yang intensif, sehingga pengolahan tanaman milan dengan alat produksi yang serba sederhana bisa mengalami perkembangan.

“Kita terus memberikan dukungan  kepada perusahaan tradisional sehingga bisa mengalami perkembangan dan perubahan dalam memproduksi tanaman milan menjadi produk yang lebih berkualitas,” ungkapnya. (IWO – SR/Laurent/KP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.