Massa Kadis PU Provinsi Papua Demo Di Mapolres Tana Toraja

0
236

Kobarpapua.com, Tana Toraja – Puluhan massa pendukung Kadis PU Provinsi Papua Djuli Mambaya (DJM) melakukan akasi unjuk rasa di depan Kantor Mapolres Tana Toraja, Kamis (5/10/2017).

Seperti dilansir di media online Kompastimur.com, massa menuntut agar pelaku penganiayaan terhadap Kadis PU Provinsi Papua segera ditahan.

“Tangkap dan adili pelaku penganiayaan Jhon Rende Mangontan (JRM) terhadap DJM (Kadis PU Provinsi Papua) di acara Penahbisan Gedung Gereja Jemaat Palangi, Malakiri,” kata Kordinator Lapangan (Korlap) Luther dalam orasinya di hadapan puluhan personil polisi yang melakukan pengamanan di depan Mapolres Tana Toraja.

Puluhan massa itu juga membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘Tangkap dan adili pelaku penganiayaan Jhon Rende Mangontan’.

“Kami juga ingin mengetahui alasan polisi yang sampai saat ini belum melakukan penahanan terhadap pelaku,” ujar Luther Korlap aksi.

Sejumlah pendukung DJM secara bergantian menyampaikan orasinya di depan Mapolres Tana Toraja meminta agar pelaku penganiayaan terhadap Kadis PU Provinsi Papua segera ditahan.

“Kami mendukung penuh Polres Tana Toraja untuk melakukan penegakan hukum dan menindak tegas JRM yang telah melakukan penganiayaan kepada DJM. Ini sudah memenuhi unsur. Kami meminta Polres segera melakukan penahanan terhadap Jhon Rende Mangontan,” teriak salah seorang orator.

Setelah menggelar orasi di depan Mapolres Tana Toraja, 10 orang perwakilan dari pengunjuk rasa diterima langsung oleh Kapolres Tana Toraja AKBP Yohanes Richard Adrian.

Sayangnya pertemuan antara perwakilan pengunjuk rasa dengan Kapolres Tana Toraja berlangsung tertutup, awak media tidak diperkenankan masuk.

Setelah melakukan pertemuan tertutup dengan perwakilan pengunjuk rasa, Kapolres Tana Toraja menemui awak media diluar dan mengatakan bahwa kedatangan massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Mencari Keadilan ke Mapolres Tana Toraja mempertanyakan kasus penganiayaan yang dilakukan JRM.

“Kasus ini tetap lanjut ditangani polisi. Pelaku juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, tapi kami belum lakukan penahanan karena tersangka kooperatif,” ujar Kapolres.

Terkait masalah tersebut, Johny Paulus, SH pengacara JRM mengatakan bahwa pihaknya tidak mau menanggapi masalah tuntutan tersebut. Langkah dan proses hukum sudah ditangani oleh  Polres.

“Kami menyerahkan semuanya ke pihak Polres. Kami percaya semuanya bisa diproses dengan pijakan hukum yang benar, kita juga sudah menempuh jalur dan langkah hukum dalam kasus ini,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, peristiwa penganiayan yang dialami DJM (Wakil Ketua IKT Papua) yang dilakukan JRM (Ketua IKT Papua) pada Senin, (25/9/2017) lalu berbuntut laporan ke Polres Tana Toraja. (Red/KP/Sumber : Kompastimur.com)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.