Latihan Kebencanaan untuk Anak Erupsi Gunung Agung di Bali

0
203
Bupati Kabupaten Karang Asem IGA Mas Sumantri menerimah sumbangan simbolis berupa Selimut dan makanan ringan untuk anak dari Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Selada 10/10/17 di Gedung Serba Guna Kecamatan Abang

Kobarpapua.com, Bali – Memberikan dukungan solidaritas dan kepedulian bagi puluhan ribu pengungsi anak akibat erupsi Gunung Agung di Bali, yang tersebar di 125 titik pengungsian, Selasa 10/10/17,  Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Perlindungan Anak Bali mengunjungi anak korban erupsi Gunung Agung di Gedung Serba Guna Kecamatan Abang, Karang Asem dan di Gedung Olah Raga (GOR) Swecapura Kabupaten Klungkung.

Kunjungan Solidaritas Komnas Perlindungan Anak yang dipimpim Arist Merdeka Sirait untuk anak yang terpaksa mengungsi akibat dari Erupsi Gunung Berapi disambut dan diterima oleh IGA Mas Sumantri selaku Bupati Kabupaten Karang Asem  dan Jajaran pemerintahannya serta puluhan awak media dilokasi penampungan gedung serba Guna Abang.

Dalam kesempatan itu, Komnas Perlindungan Anak selain menyerahkan bantuan selimut secara simbolis sebagai tanda solidaritas terhadap anak dan makanan ringan,  juga bersama Bupati Komnas Perlindungan anak menyempatkan bercengkrama, bermain dan bernyanyi bersama dengan anak-anak  di lokasi pengungsian.

Untuk menunjukkan cinta kasihnya terhadap anak, Ibu Bupati  ikut secara langsung membagikan selimut dan makanan ringan kepada anak-anak dan bernyanyi bersama dan di akhiri dengan photo bersama anak-anak.

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan bersama anak di lokasi penampungan Kecamatan Abang Karang Asem

Selepas bernyanyi bersama Anak, IGA Mas Sumantri selaku Bupati menyambut baik program kerjasama yang ditawarkan Komnas Perlindungan Anak untuk segera menyelenggarakan pelatihan Kebencanaan bagi anak dan lansia yang tersebar di 125 titik pengungsian yang berasal dari 28 desa yang telah ditetapkan pemerintah sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB) di kawasan Karang Asem.

Perencanaan program pelatihan kebencanaan untuk anak dan lansia ini dalam waktu tidak terlalu lama akan diselenggarakan rapat kordinasi lintas Satuan Kerja Pemerintahan Daerah (SKPD) untuk merumuskan dan menyusun program teknis pelatihan kebencanaan tersebut.

Komnas Anak  bekerjasama dengan expert  kebencanaan akan bertindak sebagai fasilitator pelatihan dan menyambut baik tawaran kerjasama  Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk penanganan anak selama dalam situasi kebencanaan.

Leading sector penyelenggaraan Pelatihan Kebencanaan untuk anak dan lansia, Bupati menunjuk Kadis pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KADIS PPPA)  sebagai mitra pelaksana program dengan Komnas Anak dan pemangku kepetingan, serta aktivis kemanusiaan dan  perlindungan anak di Bali.

Rencana  pelatihan kebencanaan bagi anak dan lansia dampak dari erupsi Gunung Agung berapi ini juga di kordinasikan dengan Posko Induk Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) dan kepada lembaga-lembaga pegiat kebencanaan yang sebelumnya telah memberikan bantuan sosial kemanusiaan bagi para pengungsi.

Pelatihan ini dimaksudkan selain  untuk mensosialisasi situasi dan sifat gunung api,  juga untuk memberikan  pengetahuan cara cerdas, tenang dan tidak panik dan selamat bagi anak dan lansia dalam menghadapi erupsi dan meletusnya Gunung Agung.

Pelatihan dalam bentuk simulasi kebencanaan ini bukan saja dimaksudkan untuk sekedar menghindari dampak erupsi gunung berapi tetapi juga memberikan kesiapan yang cerdas dan tenang bagi anak dalam  menghadapi bencana erupsi seperti mengenali tanda-tanda dan cara menyelamatkan diri baik secara sendiri-sendiri dan kelompok”, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam keterangan persnya seusai berdialog dengan Bupati Karang Asem, Selasa 10/19/17 di Karang Asem Bali.

Arist menambahkan, mengingat di lokasi penampungan pengungsi di GOR Swecapura Klungkung yang dikunjunginya didapati banyak menampung  anak-anak, namun sangat minim aktivitas anak untuk mengekspresikan diri.

Sesuai dengan hak anak selama berada di pengungsian yang diatur dalam Konvesi PBB tentang Hak Anak,  Komnas Perlindungan Anak juga akan menerjunkan relawan kemanusiaan anak yang akan diorganisir dan difasilitatori oleh Komnas Anak POKJA Bali bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Klungkung  untuk mengorganisir dan memfasilitasi aktivitas budaya dan seni  sebagai upaya  memberikan kesempatan bagi anak untuk mengekspresi diri dan memberikan rekreasi dan waktu luang bagi anak selama di pengungsian.

Disamping itu, atas semangat dan  kerja kerasnya, Komnas Perlindungan anak mengapresiasi Posko Induk Bencana, BNPB, dan para pegiat kebencanaan dan kemanusiaan yang telah membantu dan melakukan tugas kemanusiaannya tanpa lelah dan pamri, dan melalui audensi dengan penanggungjawab posko induk Kebencanaan Karang Asem, dimana dalam waktu dekat akan dilakukan program kerjasama sosialisasi gunung api kepada masyarakat  di 125 titik pengungsian bersama para aktivis dan lembaga sosial kemanusiaan termasuk Komnas Perlindungan Anak,  tambah Arist pada saat saat bertemu Pelaksana Tugas Posko Induk Bencana di Karang Asem. (RED/KP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.