Kronologis Aksi Pembakaran yang Dilakukan Mantan Karyawan PT. Freeport di Timika

0
549

Kobarpapua.com, Timika – Kronologis terjadinya aksi spontanitas pembakaran mobil terjadi sekitar pukul 13:00 wit kemarin Sabtu (19/8). Aksi dimulai hanya dengan ratusan orang. Namun informasi cepat diterima para eks karyawan freeport dan berbondong” datang ke lokasi Checkpoin 28 dan melakukan aksi anarkis lanjutan.

Hingga pukul 15:00 wit kemarin, massa makin banyak hingga ribuan massa yg diikuti “puluhan ibu dan anak”.

DPRD Mimika telah memediasi dengan berjanji akan segera menerbitkan surat panggilan kepada pihak managemen PT FI.

Adanya permintaan tersebut, sehingga Kapolres memerintahkan para pendemo agar segera membubarkan diri hingga pukul 16:30 Wit, namun massa bersikeras tetap mendirikan tenda dibadan jalan utama Tempagapura – Portside dengan pos checkpoin 28, sekitaran bundaran Bandara Moses Kilangin.

Akhirnya sekitar pukul 20:00 wit, aparat kepolisian di bantu TNI membubarkan paksa massa tersebut.

Aksi itu juga turut diramaikan dengan beberapa momentum eks karyawan berdoa bersama di badan jalan untuk mencari simpatik aksi spontanitas itu.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes eks karyawan yang menilai manageman PTFI telah memPHKkan sepihak terhadap karyawan yang tergabung dalam SPSI Mimika.

Manageman PTFI telah berulangkali memanggil karyawan untuk segera naik bekerja dan dibantu pihak kepolisian dengan mendatangi rumah ke rumah  karyawan agar segera bekerja.

Pihak karyawan terus bertahan dengan prinsip yang dimiliki, sehingga kembali bekerja.

Insert Photo : foto motor yang dihancurkan milik karyawan yang sedang aktif bekerja di Tembaguora yang diparkir di Checkpoin 28. Dihancurkan oleh eks karyawan.

Sementara pernyataan resmi melalui pers realease Riza Pratama, VP Corporate Communications PTFI mengatatakan bahwa “Sekelompok mantan karyawan dalam jumlah besar melakukan konfrontasi terhadap petugas keamanan di Checkpoint 28 pada Sabtu (19/08) pukul 14.00 Wit menduduki area tersebut, membakar kendaraan dan bergerak menuju T-Intersection dan Jalan Tambang Utama serta membakar dua truk di sana.

Aksi ini menghambat akses ke Jalan Tambang Utama serta membatasi lalu lintas ke Bandar Udara Timika dan Kota Timika melalui akses jalan tersebut. Aparat juga terus mengontrol dengan ketat akses ke Kuala Kencana.

Aparat keamanan telah merespons aksi ini, dan Brimob telah tiba di lokasi kejadian.

Namun karena situasi yang rusuh di Checkpoint 28 tersebut, konvoi bus karyawan pukul 13.00 wit (kemarin –red) dari Timika ke Tembagapura dipindahkan ke Kuala Kencana, dan konvoi pukul 16.00 dibatalkan. Konvoi-konvoi berikutnya belum dijadwalkan hingga situasi kembali kondusif.

Kami telah mengimbau para karyawan untuk menghindari area ini hingga pemberitahuan berikutnya. Kami terus memonitor situasi dan akan memberitahu kabar terkini mengenai kejadian tersebut.

Keamanan dan keselamatan karyawan merupakan prioritas utama kami. Kami telah menyediakan hotline bagi karyawan untuk melaporkan segala bentuk kejadian gawat darurat dan kriminal.” Ungkap Riza Pratama, VP Corporate Communications PTFI. (RED)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.