Keuskupan Manokwari Sorong Gelar Hari Pangan Sedunia

0
245
Dokter Lenny Florensia Hae berikan Penyuluhan Kesehatan dan Gizi Keluarga di Paroki Santo Yohanes Pembaptis, Km 14 Kota Sorong/Insert Photo : Laurent R

Kobarpapua.com, Sorong – Keuskupan Manokwari-Sorong (KMS) Melalui Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi ( PSE) mengadakan sejumlah kegiatan sosial untuk membantu rakyat di Provinsi Papua Barat khususnya, rakyat Papua yang sangat sederhana di sejumlah tempat atau Paroki. Salah satu paroki yang dikunjungi Tim KMS adalah Paroki Santo Yohanes Pembaptis.

Ketua Tim Komisi Pengembangan Ekonomi KMS, Pastor Yan Warpopor, PR mendampingi Pastor Izaak Bame, PR dalam khotbahnya mengajak seluruh umat Katolik untuk memperhatikan gizi keluarga. Pasalnya kata Pastor Yan, umat Katolik dan umat manusia di muka bumi ini kurang memperhatikan gizi.

Pada hal masalah gizi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang belum pernah tuntas di dunia. “Hidup adalah karunia Allah. Hidup manusia adalah pemberian bukan hasil usaha manusia. Allah mencurahkan cinta-Nya untuk manusia, sehingga Allah sangat mencintai manusia. Maka manusia harus bertanggung jawab dalam menangani masalah gizi yang sangat mempegaruhi kualitas hidup manusia,” ucap Pastor Yan.

Usai Misa kudus, dokter dan sejumlah tim medis memberikan penyuluhan kepada ratusan umat Katolik di Aula Paroki Santo Yohanes Pembaptis Klasaman Kota Sorong sesuai tema “Membangun Gizi Keluarga. Pada kesempatan itu dr. Lenny Florensia Hae Memberikan pencerahan  dan penyuluhan gizi keluarga.

Menurut Dokter Lenny Hae, status gizi dalam keluarga merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas hidup dan produktivitas hidup manusia. “Angka kematian tinggi pada bayi, anak balita, ibu melahirkan dan menurunnya daya tahan tubuh, lemahnya mental dan kecerdasan anak menurun karena salah satu akibat adalah kurang gizi.

Kesempatan itu, Ketua Komisi Pengembangan Ekonomi, Pastor Yan mengatakan laporan akhir tahun 2012, Komisi Nasional Perlindungan anak mencatat 23 anak balita Indonesia, 8 juta jiwa atau 35 persen mengidap gizi buruk kategori berat. Sementara 900 ribu bayi dari total jumlah bayi di seluruh Indonesia mengalami gizi buruk. Namun, data dari Dirjen FAO Jose Graziano da Silva, Indonesia merupakan satu dari 19 negara yang dinilai berhasil mengurangi jumlah penduduk kekurangan gizi. Juga kata Pastor Yan, data UNICEF selama tiga tahun sejak 2011-2014, Indonesia berhasil menurunkan angka kurang gizi 6 persen.

Dokter Lenny Hae juga menjelaskan sejumlah makanan bergizi yang patut mendapat perhatian dari kaum ibu. Betapa tidak, kata dokter Hae, penyebab langsung kurang gizi adalah makanan anak dan penyakit infeksi yang diderita anak maka daya tahan tubuhnya lemah.

Dalam acara itu, Tim Medis menyiapkan sejumlah contoh makanan bergizi dan makanan tambahan bagi anak-anak dan kaum ibu. Tim medis juga membagikan kelambu anti nyamuk dan obat kaki gajah serta sejumlah obat lainya. Dokter Lanny Hae berharap, para ibu terus memberikan asupan makanan bergizi  kepada anak-anaknya. Juga memperhatikan kebersihan rumah dan sekitarnya. (Laurent R/KP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini