Kasrem Pimpin Upacara Penutupan TMMD Ke – 99 Tahun 2017 Kodim 1704/Sorong

0
137

Kobarpapua.com, Raja Ampat – Kepala Staf Korem 171/PVT Sorong, Provinsi Papua Barat, Kolonel Inf Dian Sundiana resmi menutup TNI Manunggal Membangun Desa Ke – 99 Tahun 2017 oleh  Kodim 1704/Sorong melalu seremoni upacara di  Kabupaten Raja Ampat, tepatnya di Kampung Kaliam dan Kampung Pam Distrik (Kecamatan) Salawati Barat. Selasa (2/8).

Dalam Amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono sebagai penanggung jawab TMMD Ke – 99 TA 2017 yang dibacakan Kepala Staf Korem 171/PVT Sorong, Provinsi Papua Barat, Kolonel Inf Dian Sundiana pada upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-99 Tahun 2017 mengatakan Program TNI Manunggal Membangun Desa yang telah berlangsung selama kurang  lebih 37 tahun semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat.

Program TMMD masih sangat dibutuhkan, hal ini mengingat sebagian besar wilayah di Indonesia merupakan daerah pedesaan, sehingga keterlibatan TNI dalam membangun sarana dan prasarana dan infrastruktur wilayah masih sangat relevan dan sesuai dengan koridor undang-undang. Pada kegiatan ini para prajurit, Pemerintah Daerah dan segenap komponen masyarakat bahu membahu menyelesaikan program TMMD yang telah ditetapkan.

“Kebersamaan ini merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan Bangsa pada masa sekarang ini, termasuk membantu Pemda mempercepat pembangunan di daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat”. jelas Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dalam amanat tertulisnya.

Dijelaskan Kasad, bahwa TMMD ke-99 tahun 2017 ini telah dikerjakan sebanyak 364 sasaran fisik berupa infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah Kodam di seluruh Indonesia, diantaranya pembangunan sarana transportasi berupa pembangunan jalan baru, rehabilitasi jalan, pengaspalan jalan, peningkatan badan jalan dan pengerasan jalan.

Pembangunan infrastruktur lainnya yaitu pembuatan dan rehab jembatan, pembuatan talud dan gorong-gorong, renovasi dan pembangunan rumah ibadah maupun sekolah serta pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH). Tidak kalah pentingnya juga pembangunan sarana sanitasi dan pusat-pusat kegiatan masyarakat. Kesemuanya itu telah tercapai seratus persen.

Selain pencapaian program sasaran fisik juga diimbangi dengan pencapaian pada sasaran non-fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang Bela Negara dan Ketahanan Nasional. Pembangunan non fisik ini sangat dibutuhkan dalam rangka membangun dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme masyarakat dalam menangkal berbagai ancaman disintegrasi Bangsa, ungkap Jenderal TNI Mulyono.

Dicontohkan, ancaman disintegrasi bangsa saat ini dapat dilancarkan melalui “Proxy War” berupa maraknya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, masih eksisnya bahaya terorisme, meningkatnya aksi kriminalitas  baik secara kualitas maupun kuantitas, serta isu bangkitnya kembali komunisme gaya baru, paham radikalisme, kelompok yang anti Pancasila dan lain sebagainya yang semuanya dapat mengancam stabilitas ketahanan nasional Indonesia.

Dijelaskan, TMMD adalah salah satu upaya TNI AD dalam memperkuat ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wilayah, utamanya upaya cegah dini dan deteksi dini terhadap berbagai ancaman yang melemahkan persatuan dan kesatuan NKRI.

Orang nomor satu di Angkatan Darat ini berharap agar semangat kebersamaan dan Kemanunggalan antara TNI-Rakyat terus dipelihara, serta jangan mudah terhasut dan terprovokasi oleh pihak manapun yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Bangsa. Pelihara semangat gotong royong sebagai warisan budaya Bangsa yang sudah terbina dengan baik selama ini, imbuhnya.

Usai memimpin upacara penutupan di lapangan Kampung Kaliam, Raja Ampat Kepala Staf Korem 171/PVT Sorong, meninjau rumah yang telah dibangun Satgas dengan Masyarakat, sekaligus serah terima Rumah dengan Pemkab Raja Ampat untuk diserahkan kepada Masyarakat. (RED)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini