Kampanye Nasional Sejuta Peluit untuk Anak Indonesia

0
22
dr. Hj. Cellia Nurrachadiana Bupati Karawang bersama Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dan Sekjen Komnas Perlindungan Anak bersama AKBP Hendy F. Kurniawan meniup Peluit Emergency Call untuk Anak Indonesia dimulainya Kampanye Peluit Anak Indonesia

Kobarpapua.com, Karawang – Untuk terus menerus membentengi anak dari segala bentuk eksploitasi, penelantaran, penganiayaan serta  dan pengabaian hak khususnya kekerasan terhadap anak di Indonesia, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebutan lain Komnas Anak sebagai lembaga independen yang diberi tugas dan mandat oleh Forum Nasional Perlindungan Anak untuk memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia,  bersamaan dengan Acara Deklarasi Karawang Bebas Kekerasan Jumat 06/04 di Karawang MELAUNCHING KAMPANYE  Sejuta Peluit Untuk Anak Indonesia.

Kampanye Sejuta  Peluit untuk Anak Indonesia dimulai oleh Komnas Perlindungan Anak dari Alun-alun Karang Parawitan Kabupaten  Karawang dengan pembagian Peluit yang dibagikan oleh Hj. Cellia Nurrachadiana selaku Bupati Karawang dan Komnas Perlindungan Anak Karawang Jawa Barat  kepada 1.500 anak siswa dan siswi PAUD, SD dan SMP di 1 dan ribuan guru serta orangtua anak.

Kampanye Sejuta Peluit Untuk ANAK Indonesia dimaksudkan sebagai Peluit  Panggilan Darurat (Emergency Call for Child  Abuse) untuk segala bentuk ancaman kekerasan yang kemungkinan terjadi dilingkungan  terdekat anak baik di rumah, sekolah, ruang publik, tempat bermain anak dan tempat-tempat anak lainnya.

Setiap anak  Indonesia dalam kesempatan dimanapun dibekali peluit selain teriakan dan jeritan minta tolong untuk digunakan sebagai alat dalam menghadapi ancaman kekerasan baik dirumah, di sekolah, diruang publik dan ditempat-tempat fasilitas umum, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada media Jumat 06/04 di kantor TP2TPA Kabupaten Karawang.

Arist mengajak Kadis PPPA Kabupaten Karawang dan kader-lapangan P2TP2A  berkordinasi dengan Kantor Komnas Perlindungan Anak Karawang Jawa Barat untuk terus menerus mensosialisasi pembagian peluit kepada seluruh anak di Karawang sebagai wujud dilaunchingnya Aplikasi Pelapor oleh Kantor BK3D/P2TP2A. Anak harus dibekali kemampuan untuk menggunakan peluit jika terjadi kekerasan dalam2 rumah.

“Anak-anakku,  Anak Indonesia. Jika ayah dan ibu bertengkar dihadapanmu jadilah wasit dengan membunyikan peluit sebagai tanda prikik untuk menghentikannya”.

“Demikian juga jika terjadi ancaman kekerasan seksual baik dalam bentuk raba-raba, bujuk rayu dan ajakan yang dilakukan guru, pengelola dan penjaga sekolah dan sesama anak di lingkungan sekolah anak-anakku  anak Karawang gunakan prikikan sekuat tenaga”, demikian ditambahkan Arist dalam kata sambutannya dihadapan ribuan Anak2 di Alun-alun Karang Pariwitan.

Arist juga mengajak Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat bersama HIMPAUDI Karawang dan Kader-kader PAUD Institute Karawang  untuk menindaklanjuti rwncana Aksi Karawang Bebas Kekerasan Terhadap Anak.

Tindak lanjut Kampanye Sejuta Peluit Anak Indonesia juga akan dilaunching oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) kota Tomohon  di Tomohon Sulawesi Utara Rabu 11/04 dan Kamis 26/04 di Semarang Jawa Tengah yang direncanakan dihadiri 1.600 pserta dan kader2 dan sahabat Komnas Anak bersamaan dengan acara pelantikan 33 kabupaten dan kota kepengurusan Komnas Perlindungan se Jawa Tengah. Ayo kita dorong dan bekali anak-anak Indonesia menjadi Wasit untuk menghentikan Kekerasan Terhadap Anak dilingkungannya. Prikik!! STOP Kekerasan Terhadap Anak Sekarang Juga. (RED/KP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.