Jumat Berkah Jadi Petaka Bagi Nelayan Karimun

0
206

Kobarpapua.com, Karimun – Jumat pukul 09.30 Wib (17/11/17), para Aparat Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun bersama tim Pengamanan Polres Karimun, mendatangi Wilayah disekitaran Pesisir Pantai Kuda Laut Baran Meral Kabupaten Karimun tempat dimana Para Nelayan bertempat tinggal sekaligus mencari ikan untuk melangsungkan kehidupannya ;

Sungguh tidak disangka – sangka, kehadiran para Aparat Pengadilan tersebut berniat untuk melakukan Sita Eksekusi terhadap Tanah yang sebelumnya di ajukan Permohonan eksekusi oleh Rinto pemilik perumahan LBP Batu Lipai;

Keanehan mulai timbul pada saat proses sita eksekusi dilakukan, dimana lebih dari 100 Meter Laut Karimun tempat dimana para nelayan mencari ikan masuk ke dalam wilayah Sita Eksekusi yang dilakukan

“pak, ini tanah kami, ini laut kami, kenapa mau di ambil pak, salah kami apa kami sudah turun temurun mengais rezeki disini, kami juga tidak pernah di panggil ke Pengadilan” rintihan hati salah satu Nelayan yang akan dilakukan sita eksekusi;

Dalam waktu bersamaan Edwar Kelvin,R.SH  Advokat Muda yang dipercaya para Nelayan telah melakukan perdebatan Panjang terhadap para Petugas (Red:Pengadilan), yang akhirnya Pukul 11 .00 Wib para petugas tersebut mengurungkan niatnya untuk melakukan Sita Eksekusi

Namun,  dihari yang sama pukul 16.00 Wib , Petugas kembali mendatangi wilayah tersebut dan tanpa melakukan pengukuran dan pencocokan batas – batas terlebih dahulu, Sita Eksekusi terhadap tanah, pantai dan laut tempat Nelayan tersebut berkehidupan pun  dijatuhkan;

“saya heran kenapa tanpa melakukan pencocokan dengan Object yang akan disita, pihak Pengadilan berani menjatuhkan Sita, hal itu sudah melanggar Surat Edaran Mahkamah Agung NO 2 tahun 1962 tentang cara peletakan sita. Lanjutnya….. ini kan pantai dan laut tempat Nelayan, mana bisa dilekatkan Hak Milik dan dilakukan sita coba lihat  Kepress Nomor 32 Tahun 1990 pasal 14 dan Peraturan Presiden RI Nomor 51 tahun 2016, ini tanah dikuasai Negara dan dimanfaatkan untuk kepentingan umum bukan pribadi” tuturnya dengan emosional pada saat dilakukan wawancara

Seketika Para Nelayan pun tertunduk lesu, tidak percaya dengan kejadian yang telah dialaminya, dihari Jumat yang menjadi Berkah buat semua orang malah menjadi sebuah Petaka bagi kehidupan Para Nelayan Kuda Laut Meral Karimun

Terpisah, Dewan Presidium Pusat LMR- RI selaku Lembaga Missi kemerdekaan Indonesia yang berkedudukan di Jakarta pun terkejut dengan info ini,

“Di Jakarta saja tempat dimana para petinggi2 penegak hokum berdedikari tidak berani seperti itu, mana mungkin rasional bibir pantai dan laut bisa jadi milik orang pribadi, kalaupun bisa, itu hanya dapat dimohonkan oleh Perusahaan Badan Hukum yang akan melakukan Reklamasi, ini tidak bisa dibiarkan Jajaran Pusat harus tau kejadian yang ada di Pulau penjuru Indonesia” imbuh beliau kepada media ini;

“Tolong kami pak, tolong kami disini, kami mau tinggal dimana anak istri kami mau makan apa”, hirup pikup suara nelayan dengan wajah yang tidak memiliki harapan lagi setelah kejadian Sita Eksekusi berlangsung.

Akankah di Pulau terpencil ini akan mengalami kejadian yang sama terhadap nelayan – nelayan yang ada di Ibu Kota????? Semoga Keadilan masih dapat dirasakan oleh masyarakat bawah. (RED/KP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini