Itamala Sari : Fisioterapi atau Tukang Pijat ?

0
328
Itamala Sari, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang / Insert Photo : Itamala Sari

Kobarpapua.com, Malang – Kesehatan merupakan suatu hal yang mutlak ada dalam diri seseorang. Kesehatan merupakan kunci dari kreativitas dan produktivitas seseorang. Karena kesehatan berperan penting dalam setiap akses kehidupan. Kelancaran dalam suatu hal yang kita lakukan sedikit banyak bergantung pada kesehatan dan kebugaran jasmani dan rohani. Dalam kehidupan sehari-hari dan berinteraksi dengan lingkungan, banyak kemungkinan untuk kita mendapatkan atau mengalami sebuah cedera atau masalah kesehatan, seperti cedera, mulai dari yang ringan hingga yang berat.

Cedera ringan seperti keseleo, kram dan otot ketarik, sedangkan cedera berat yaitu patah tulang hingga trauma pada kepala dan tulang belakang. Kita berbicara mengenai cedera ringan, seperti keseleo dan kram. Pada keseleo, 99 persen masyarakat Indonesia menangani keseleo dengan berobat pada tukang pijat atau tukang urut, notabene memberikan pelayanan berdasarkan pengalaman atau keahlian turun – temurun.

Berbeda dengan Fisioterapis, seorang fisioterapis menangani sebuah cedera berdasarkan diagnosa dan ilmu pengetahuan. Eksistensi Fisioterapi memang masih sangat kurang dikalangan masyarakat. Karena selain pendidikannya yang masih sedikit diminati, masyarakat Indonesia juga lebih memilih tukang pijat atau tukang urut sebagai solusi dari cedera mereka. Walau penanganannya disertai dengan rasa sakit dan teriakan-teriakan yang bersemangat, tetapi mereka tetap percaya dan mengikuti prosedur penyembuhan dari seorang tukang pijat. Itulah yang membuat nama seorang fiioterapis kurang terkenal di masyarakat. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang menyamakan kedudukan fisioterapi dengan tukang pijat, hal  ini merupakan kesalahan yang hakiki.

Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan pada individu atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan. Ilmu fisioterapi tidak hanya mempelajari pijat memijat, tetapi memiliki cabang ilmu yang luas. Cabang ilmu fisioterapi diantaranya, Pediatri (anak-anak), Geriatri (Lansia), Musculoskeletal, Kardio-Pulmonal, Neurologi, dan olahraga. Sehingga fisioterapi akan sangat di butuhkan pada setiap aspek kehidupan dan selama kehidupan itu berlangsung. Tidak semata-mata hanya menangani keseleo dan pemijatan. Pemijatan (massage) merupakan salah satu metode teknik manual dalam pengembangan, pemeliharaan dan pemulihan fungsi gerak tubuh.

Selain pemijatan, metode fisioterapi juga menggunakan Teknik Elektroterapi, dimana memakai alat dengan daya listrik. Contohnya seperti, terapi laser, ultrasound, terapi diatermi dan terapi syaraf. Mengenai perbedaan seorang fisioterapis dan seorang tukang urut, itu adalah sebuah perbedaan yang mutlak. Tetapi, kehadiran fisioterapis dikalangan masyarakat tidak bermaksud menghilangkan fungsi dari seorang tukang pijat. Namun disini, seorang fisioterapi dan seorang tukang urut/pijat dapat bekerja sama dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia.

Karena sebuah kebiasaan, tidak dapat langsung dihillangkan atau bahkan diubah. Salah satu caranya adalah dengan mengaplikasikannya dengan ilmu yang berlandaskan pengetahuan. Sama halnya dengan tukang pijat dan fisioterapis, mereka dapat saling bekerja sama dan saling melengkapi dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial dengan opini menghilangkan mata pencarian salah satu pihak. Dengan keberadaan fisioterapis dapat menuju Indonesia yang Sehat. (Itamala Sari/UMM/KP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini