Ikon Penyu Belimbing, Motif menarik Batik Tambrauw

0
207
Pelatihan membatik di Kabupaten Tambrauw

Sausapor, (Tambrauw), Kobarpapua.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Dorthea Rumansara mengatakan rakyat dan Pejabat Papua harus bangga serta mengapresiasi warisan leluhur di Tanah Papua. Berbagai kain nusantara sudah ada di negeri Papua bahkan ada ratusan kerajinan lokal daerah lain masuk di Tanah Papua.

Namun rakyat Papua masih menjadi penonton karena kurang memiliki daya kreasi. Pada hal Papua memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah dan bisa mendatangkan hasil yang sangat banyak bagi rakyatnya.

Maka sudah saatnya, rakyat Papua di Kabupaten Tambrauw mengikuti pelatihan di beberapa daerah agar bisa mengembangkan diri menjadi pengrajin yang handal di Tanah Papua. Sebab kata Rumansara, SDA yang sangat bernilai perlu dikembabgkan menjadi produk yang dapat mensejahterakan rakyat.

“Lihat, banyak produk impor yang membanjiri dalam negeri Indonesia bahkan Papua dan daerah Tambrauw seperti, batik, tenun, dan mutiara, makanan camilan dan sejenisnya. Maka Rakyat Tambrauw tidak boleh berdiam diri. Mereka harus giat belajar kreatif dan mengembangkan agar mendatangkan uang untuk keluarganya,” ungkap Kadis Pemberdayaan Perempuan.

Kesempatan dalam pelatihan batik Tambrauw, waktu lalu, Dorthea Rumansara mengatakan pemerintah daerah setempat sudah memiliki daya tarik tersendiri untuk mengembangkannya menjadi produk menarik dari daerahnya. “Pemda Tambrauw telah membiayai sejumlah pegawai untuk mengikuti pelatihan di Pulau Jawa. Mereka telah kembali dan melatih mama-mama Papua dari beberapa sanggar,”terang Rumansara.

Menurutnya, selama sebulan sejumlah anak aslu Papua yang mengikuti pelatihan mampu menyerap ilmu membatik. “Anak-anak Papua di Tambrauw sudah bisa memberi pelatihan bagi mama-mama Papua di Sausapor Papua Barat. Mereka telah mencoba membatik motif Tambrauw,” katanya.

Kabupaten Tambrauw kembangkan Ikon Penyu Belimbing menjadi motif menarik Batik Tambrauw yang sedang disiapkan para pembatik Tambrauw di Sausapor.

“Kami sedang persiapkan hasil batik Tambrauw untuk dipamerkan ke daerah lain,” kata Rumansara. Batik sudah menjadi warisan dunia dan diakui oleh organisasi dunia UNESCO. Sedangkan tenun meski ada di beberapa negara, namun tenun Indonesia memiliki ciri khas tersendiri.

“Tentu banyak kain nusantara salah satunya batik. Menghargai karya perajin dengan menggunakan batik  asli Tambrauw bukan printing atau cetakan, cetakan sama saja dengan memakai spanduk. Apa bedanya,” kata beberapa pelatih. (Laurent R/KPC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.