Festival Budaya Malamoi Segera di Gelar, Puncak Acara Budaya Malamoi 27 Oktober Mendatang

0
723
Ketua Panitia Festival Budaya Malamoi, Eda Doo bersama Tim di Sorong, Jumat (13/10)/Insert Photo : Hotbert Purba/Kobarpapua.com

Kobarpapua.com, Sorong  – Beranjak dari Peringatan 90 tahun Pekabaran Injil di Tanah Moi, Festival Budaya Malamoi akan digelar di Sorong.

Suku pemilik hak ulayat di tanah Moi yang mendiami beberapa daerah Sorong raya, akan memperkenalkan kehidupan adat orang Moi dan keberadaan suku Moi di Tanah ini.

Jadi, dalam menuju satu abad kita mau memperkenalkan siapa dan apa tentang suku Moi yang mendiami tanah ini, demikian disampaikan Ketua Panitia Festival Budaya Moi, Eda Doo di Sorong, Jumat (13/10).

“Kami mau lestarikan budaya Moi, sebagai media komunikasi dan edukasi bagi kaum muda Moi dengan harapan budaya Moi tidak tergilas oleh Zaman dengan memelihara dan menjaga budaya Moi”, kata Eda doo kepada Media Kobarpapua.com.

Pada Pelaksanaan Festival Budaya Malamoi kali ini, kami akan mencoba mengangkat budaya Moi ke tingkat nasional, seperti festival – festival Budaya daerah lain.

Lanjut Eda Doo sebagai Ketua Panitia Festival, telah menggandeng Kementrian Pariwisata bersama – sama mengangkat Budaya Moi dan diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat menjaga dan melestarikan Budaya Moi lewat Festival Budaya Malamoi yang akan digelar.

Ia (Eda Doo) juga penuh harap Festival Budaya Malamoi menjadi ivent tahunan sebagai destinasi wisata baru di Indonesia, imbuhnya.

Pagelaran adat dan seni Budaya Moi, Wisata dan Pameran Kuliner, serta bagaimana hubungan kekerabatan suku Moi akan dipertunjukan pada Festival Budaya nanti, terang Eda doo.

Pada kesempatan ini, Ia (Eda Doo) menghimbau warga Sorong, khususnya warga Moi untuk dapat berperan aktif dalam pelaksanaan puncak acara 27 Oktober mendatang, dimana acara dipusatkan di Alun –Alun Kota Baru Aimas, Kabupaten Sorong, yang lebih dulu mengadakan Ibadah pagi di Tugu pekabaran injil di Manoi Malamoi yang berada  di dalam Pelabuhan Usaha Mina, dilanjutkan dengan Longmarch dari Kantor Walikota jam 7 pagi ke alun-alun Aimas.

Sementara perihal Festival Budaya Malamoi, seperti dikutip dari Laman indopos.co. id, bersiap-siaplah untuk menyambut event Festival budaya yang unik di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Papua Barat. Segera agendakan terbang ke Papua Barat, 27 – 30 Oktober 2017. Di periode itu, ada Festival Budaya Malamoi yang siap menyapa setiap tamu yang datang ke tanah Papua.

“Silakan berwisata ke Kota Sorong dan Kabupaten Sorong di Papua Barat. Inilah destinasi yang sangat kental dengan tradisinya yang khas,” ajak Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nunsatara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti, beberapa hari yang lalu.

Meski baru pertama kali digelar Festival Budaya Malamoi, beragam keseruan sudah disiapkan panitia. Magnet utamanya tentu saja Suku besar Malamoi atau lebih dikenal dengan sebutan orang Moi. Ini adalah salah satu suku di antara suku-suku Papua yang mendiami wilayah kepala burung pulau Papua. Sekarang, wilayah ini lebih dikenal dengan wilayah Sorong Raya, ungkap Deputy Esthy Reko Astuti.

Sementara pada laman tersebut (indopos.co.id), juga Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik dan mendukung pelaksanaan Festival Budaya Malamoi 2017. Tone-nya sangat positif. Dia yakin, kegiatan ini akan menambah ragam atraksi di Indonesia bagian timur, khususnya Papua Barat.

“Selama ini Papua Barat dikenal dengan wisata baharinya yang begitu indah. Tapi di luar itu juga ada keragaman budaya yang sangat menarik untuk dijelajahi. Festival Budaya Malamoi salah satunya. Menjadi acara yang tepat untuk mengenal keragaman di tanah Papua,” kata Menpar Arief Yahya. (KP/Hp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.