Disperindagkop Kabupaten Kaimana Bersama CII bentuk Koperasi Nelayan Kepiting di Arguni

0
246

Kobarpapua.com, Kaimana –  Conservation International bersama Disperindakop Kabupaten Kaimana mengadakan kegiatan bersama untuk menindak – lanjuti kegiatan Sosialisai Dasar – dasar Koperasi yang dilakukan di Kampung Afu-afu beberapa waktu yang lalu.

Bertempat dibalai Kampung Afu-afu, Distrik Teluk Arguni Atas. Kegiatan ini berhasil membentuk koperasi masyarakat nelayan kepiting bakau bernama Jarusi (teluk) yang memiliki makna mata air yang mengalir memberikan kehidupan, bukan saja masyarakat yang mendiami tepian teluk Argunidan Muara, melainkan seluruh masyarakat dari pengunungan Arguni hingga muara teluk Arguni; semuanya member kehidupan dari mata air yang sama. Pembentukan koperasi ini pandu oleh Mauretius Y Karubaba dari Dinkopdan UKM Prov. Papua Barat.

Dari hasil kesepakatan masyakat setempat ditetapkan Ketua koperasi Jarusi : Deky Syakema (Kampung Afu-afu), Sekretaris : YoapRefideso (Kampung Gusimawa) danBendahara : AbertinaRefideso (Kampung Bayeda), Serta pengawaskoperasi yang juga terpilih Ketua : Markus Syakema (Kampung Afu-afu), Sekretaris : Marsela Sasefa (Kampung Kokoroba) dan Anggota : Lukas Refideso (Kampung Gusimawa).

Sebagai wadah yang mempersatukan 5 kampung dan memiliki keterwakilan dari semua kampung  didalam struktur kelembagaannya,  struktur organisasi ini disepakati berlaku selama 3 tahun terhitung sejak pembentukannya 1 November 2017  dengan simpanan pokok anggota senilai Rp 200.000 serta simpanan wajib Rp. 50.000 yang dibayarkan setiap bulannya. Selain itu, koperasi ini mengalokasikan Dana cadangan : 40 %, Jasa Usaha : 50 %, Dana Pendidikan : 5 %, Pengurus : 3 % dan Dana sosial : 2%.

Pada kesempatan tersebut Alberth Neboredari Conservation International member penjelasan  Kawasan Konservasi Perairan   Kaimana di Propinsi Papua Barat; satu di antaranya dari 4 KKP di Kaimana adalah KKP teluk Arguni; sebagai asset masyarakat dan daerah, maka Konservasi Perairan seharusnya memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat secara berkelanjutan sebagaimana yang prinsip-prinsip kearifan lokal yang selama ini telah dipertahankan oleh masyarakat lokal setempat.

MenurutAlberth, Pembentukan pengelola kepiting bakau / seperti koperasi merupakan satu bentuk dari upaya untuk memastikan sumber – sumber biota ekonomis penting di alam, dapat terjaga, terpelihara dan termanfaatkan secara berkelanjutan; upaya ini juga sejalan dengan harapan dan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dilanjutkan pembentukan koperasi pengelola kepiting bakau Arguni, dibimbing langsung oleh Maurentius Y Karubaba, Instruktur Pelatih Koperasi dari UPTD Balatkopdan UKM, Dinaskoperasidan UKM Provinsi Papua.

PadaKesempatanini, Maurentius memberikan pembekalan singkat kepada Ketua, sekretaris dan bendahara terpilih mengenai tugas – tugas, pembagian kerja, dll. Maurentius menerangkan, bahwa kegiatan ini masih sangat kurang dan diperlukan pendampingan masyarakat untuk melakukan pengarahan kepada koperasi di waktu mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Agustinus Janoma, kepala bidang koperasi dan UKM Kabupaten Kaimana memaparkan hasil survey pasar mengenai alur perdagangan kepiting. Disperindakop rencananya akan melakukan uji coba pengiriman kepiting kepada eksportir di Jakarta, paparnya dan   Agus secara rinci memaparkan skema garis besar mengenaia lokasi pengeluaran dana hingga laba yang didapatkan dari uji coba pengiriman pasar kepiting ini.

Kegiatan yang di inisiasi Disperindagkop Kabupaten Kaimana ini bekerja sama dengan Conservation International dan di hadiri Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana, Starling Resources dan perwakilan dari masyarakat dari 5 kampung di Tugarni Group Teluk Arguni.   Diharapkan dengan  terbentuknya koperasi Jarusi, Masyarakat diwilayah ini memiliki lebih banyak kesempatan belajar tentang koperasi dan membangun system ekonomi kolektif yang lebih baik. (RED/KP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.