Dharma Wanita Sigi Ajak Seluruh Anggota Perang Terhadap KDRT

0
33
Ketua Darma Wanita Sigi, bersama Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Kadis PPPA Sigi, Manager WVI Regional Sulteng, Ketua Bayangkari Sigi dan staff

Kobarpapua.com, Sigi – Ketua Darma Wanita Kabupaten Sigi Salmah Moh. Basir nengajak seluruh anggotanya untuk berkomitmen melawan Kekerasan Dalam Rumah Tanggah (KDRT) dimasing-masing tempat tinggal dan lingkungan. Fakta menunjukkan bahwa KDRT sangatlah berdampak pada kerusaknya hubungan dan  kehidupan dalam keluarga. Keluarga bisa hancur, anak menjadi terlantar dan  terurus, dengan demikian anaklah yang selalu menjadi korban  Oleh sebab itu, sekecil apapun praktek KDRT  yang terjadi dilingkungan masing-masing tidak bisa dibiarkan terus  terjadi. “Oleh sebab itu, saya mengajak dan menyeruhkan kepada seluruh anggota Darma Wanita Sigi perang MELAWAN KDRT, demikian disampaikan Salma MOch. Basir dalam Seminar Dampak KDRT dalam Hubungan Keluarga yang diselenggaran Darma Wanita Sigi atas dukungan  penuh WVI Regional Sulawesi Tengah kantor Palu dan Dinas PPPA Kabupaten Sigi.

Mohammad Irvan Lapata  selaku Bupati Kabupaten dihadapan lebih kurang 300 orang kader Darma  Wanita Sigi, Kader PKK, para pegiat Perlindungan anak tingkat desa dan kecamatan serta dihadapan para pimpinan SKPD, kepala dinas dan badan dilingkungan pemerintahan Kabupaten Sigi menyambut baik dan mendukung penuh ajakan dan seruan Darma Wanita Sigi dan organisasi perempuan lainnya untuk melawan dan menghentikan kekerasan dalam rumah tangga. Melalui peran kader-kader Darma Wanita yang berbasis perempuan diharapkan kabupaten Sigi dapat menjadi  menjadi kabupaten menuju “zero tolerance” terhadap kekerasan baik pada perempuan dan anak.

Aris Merdeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak yang didaulat sebagai narasumber utama dalam seminar tersebut membagi pengalaman empiriknya dalam penanganan anak-anak sebagai korban KDRT menyampaikan bahwa mengingat kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan merupakan kejahatan luar  biasa (extraordinari crime) dengan demikian  tidak tidak ada kata DAMAI.

Muhammad Irvan Lapata Bupati Kabupaten Sigi dan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

Sikap tegas ini disampaikan Arist mengingat masih banyaknya kasus-kasus KDRT maupun kekerasan seksual di Sigi, oleh masyarakat  penyelesaiannya masih menggunakan pendekatan Damai dan denda adat dan seringkali mengesampingkan proses hukum positif,  akibatnya korban menjadi korban lagi.

Dengan demikian adalah tepat, dalam rangka memututus mata rantai KDRT di Sigi perlu segera dibangun komitmen dan partisipasi masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan penyuluhan di desa dan kampung guna membangun kesadaran dan memberikan pengetahuan  serta kemampuan  untuk melakukan pencegahan dan deteksi secara dini.

Adalah sudah harus menjadi perioritas Dinas PPPA Sigi untuk segera menggerakkan partisipasi masyarakat dengan membangun Gerakan Perlindungan Anak berbasis kampung atau sebutan lain Gerakan Perlindungan  SANGATA di Sigi  yang diintegrasikan dengan program Pemberdayaan Masyarakat Desa. Ayo bertekat bersama  melawan KDRT, Kekerasan terhadap anak dan terus berusaha agar Sigi menuju Zero tolerance terhadap Kekerasan. Hentikan kekerasan terhadap Anak dan Perempuan sekarang juga, tegas Arist. (RED/KP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.