Conservation International melakukan penilaian ekosistem mangrove Kaimana

0
282

Kobarpapua.com, Kaimana – Untuk mengetahui lebih jauh dan memiliki data holistik mengenai pentingnya ekosistem mangrove di Kaimana, Conservation International Indonesia melakukan kegiatan survey penilaian kelompok dalam bentuk kuesioner yang dilakukan dibeberapa sekolah setingkat SMU di Kabupaten Kaimana pada 27-28 September 2017. Antara lain,  SMUN 2, SMK 2 dan SMK 1 Perikanan.

Dari survey yang dilakukan tersebut, diharapkan akan mendapatkan data terkait pemahaman penilaian ekosistem mangrove dari penduduk Kaimana (khususnya dari sekolah sekolah) pada rentang umur responden dan memberikan latar belakang informasi secara singkat mengenai jasa lingkungan ekosistem mangrove, khususnya di Kabupaten Kaimana.

Selain itu, hasil dari survey ini dapat membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana sebagai bahan acuan dalam menetapkan kebijakan terkait pengelolan ekosistem mangrove.

Conservation International Indonesia melakukan kegiatan survey penilaian kelompok dalam bentuk kuesioner yang dilakukan dibeberapa sekolah setingkat SMU di Kabupaten Kaimana

Menurut Direktur Marine Conservation Intenational Indonesia, Victor Nikijuluw, Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari survey lapangan yang sudah dilakukan selama 2 tahun terakhir yang melibatkan Pemda kaimana, UNIPA, dan KKP. Hasil penelitian tersebut sedang diolah datanya, Namun indikasi awal menunjukkan bahwa hutan mange-mange Kaimana adalah penyimpan karbon terbesar di Indonesia.  Survei kepada generasi muda sangat penting untuk mengetahui pemahaman mereka tentang hutan mangrove. Dari survei ini dan hasil kajian lapangan, kita akan menentukan kebijakan yang tepat bagi konservasi mangrove dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Dengan adanya survey penilaian kelompok untuk ekosistem mangrove Kaimana ini, diharapkan responden akan  memberikan penilaian atas pentingnya nilai ekosistem mangrove bagi mereka dan jasa lingkungan apa saja pada ekosistem mangrove yang mereka ketahui.  Hasil dari survey ini akan  digunakan sebagai  baseline kegiatan oleh Conservation International untuk mendukung Pemerintah Daerah dalam menentukan program pengelolaan ekosistem mangrove pada masa yang akan datang.

Menurut Girmanto.S.E Pjs Kepala sekolah SMK2 Negeri Kaimana, Kegiatan ini dari Conservation International Indonesia di SMK 2 ini akan memberikan dampak positif kepada siswa-siswi khususnya diSMK 2 dan umumnya masyarakat Kaimana akan arti pentingnya tanaman mangi mangi atau  mangrove.  Sehingga diketahui manfaatnya selain sebagai tempat bersarangnya ikan, kepiting, juga menjadi penyimpan karbon yang luar biasa dibandingkan tanaman lainnya dan juga bisa mencegah abrasi pantai.

Kegiatan survey penilaian ini diawali dengan pengantar mengenai kegiatan ini dari pihak sekolah dan dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang Mangrove dan Blue carbon oleh Direktur Marine Victor Nikijuluw.  Setelah pengisian angket selesai siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan dilanjutkan dengan pengisian lembar kuisioner. Pada akhir kegiatan ini, para siswa melakukan diskusi hal yang terkait dengan lembar kuisioner dipandu oleh  tim CI. (RED/KP)

Tentang Conservation International (CI) Berlandaskan pada ilmu pengetahuan, kemitraan dan pengalaman, CI memberdayakan masyarakat untuk menjaga alam, keanekaragaman hayati dan meningkatkan kesejahteraan manusia.

CI didirikan pada 1987, dan bekerja di Indonesia sejak tahun 1991 untuk mendukung masyarakat madani yang sejahtera melalui upaya perlindungan alam, dukungan sistem produksi yang berkelanjutan, dan dukungan tata kelola yang efektif.

CI bermarkas besar di  Washington DC, mempekerjakan 900 orang yang bekerja di 30 negara pada empat benua, serta bekerja dengan lebih dari  1.000 mitra di seluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.conservation.org

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.