Calon Dokter FK UNIPA Berjuang Mendapat Perhatian Pemerintah Untuk Tetap Kuliah

0
339
Gedung Fakultas Kedokteran di Kabupaten Sorong yang dibangun di kabupaten Sorong

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan : “Masing – masing dari setiap pemerintah daerah di Provinsi Papua Barat telah disepakati tanggung jawab pendanaan sebesar 1,7 milyar rupiah, sehingga kalau ditotal 23 milyar rupiah”

Sorong, Cakrawalaonline – Kehadiran Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Papua, Unipa, Kampus II di Kabupaten Sorong yang bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UI sempat membuat bangga bidang pendidikan di Papua, khususnya Papua Barat.

Kehadirannya di prakarsai Pemerintah Kabupaten Sorong, kala itu semasa Bupati Stepanus Malak, bahkan pembangunan Kampus tersebut buru dibangun dan sudah hampir selesai.

Tapi saat ini,  proses perkuliahan tersendat dan hampir merenggang nyawa, terkait pembiayaan fakultas tersebut yang tidak konsisten dengan apa yang sudah dijanjikan pemangku kepentingan pendirian fakultas kedokteran tersebut.

Seperti yang pernah dikatakan Dekan Fakultas Kedokteran UNIPAdr. Kanadi Sumapradja, Sp.OG(K), M.Sc kepada awak media tahun lalu bahwa macet perkuliahan sudah terjadi dari bulan Oktober 2016, karena FKUI UI tidak lagi mengirim tenaga pengajar yang disinyalir dana operasional kampus tersendat.

Universitas Negeri Papua (UNIPA), juga masih tutup mata atas nasib 120 orang calon dokter mahasiswa Fakultas kedokterannya, sampai mahasiswa Fakutas Kedokteran UNIPA tersebut, pada bulan Juni tahun ini melakukan aksi simpatik pengumpulan dana dari masyarakat pengguna jalan di lampu merah Kota Sorong.

Aksi simpatik dilakukan mahasiswa FK UNIPA di Kota Sorong Kala itu

Aksi simpatik tersebut dilakukan mahasiswa, karena tidak ada respon dari UNIPA maupun Pemkab Sorong, tapi gedung Fakultas Kedokteran tersebut sudah berdiri megah di  Kabupaten Sorong, tapi apa mau dikata gedung tersebut pun masih belum di fungsikan.

Sebelum mandek, perkuliahan dilaksanakan di gedung Rumah Sakit Rujukan yang juga tidak berfungsi sebagai Rumah Sakit.

Menurut Mahasiswa calon dokter pendemo, pengumpulan dana tersebut buat keberangkatan mereka ke Jakarta untuk mengadu nasib bagi pemangku kepentingan di negeri ini, hal ini disampaikan Ketua BEM FK UNIPA, Indah yang pernah menyampaikan apa yang dirasakan.

Aksi Pengumpulan Dana dari Masyarakat di lakukan Mahasiswa untuk ongkos Ke Jakarta mengadukan nasibnya.

“Kami jadi bingung atas nasib mahasiswa, padahal pendirian FK UNIPA juga dimotori FK UI, bahkan dosen pengajar kami dari FK UI, semua jadi cuci tangan, miris jadinya mas, ungkap Indah kala itu..

Sementara Gedung FK Unipa di Kabupaten  Sorong terburu pembangunannya tapi managemen tidak ada, mustinya managemen dulu dibenahi baru bangun gedungnya, jadi tanda tanya mas, ujar Indah juga.

Berbagai aksi sudah dilakukan berupa musyawarah dengan Rektor dan DPRD Papua Barat, bahkan dengan DPRD Kabupaten Sorong, tapi tidak ada hasil. BEM melakukan aksi pencarian dana untuk pembiayaan beberapa utusan Mahasiswa melakukan gebrakan ke Kemenristek Dikti di Jakarta dengan niat mulia memperjuangkan nasib 102 orang calon dokter di FK UNIPA untuk menjamin kelanjutan perkuliahan.

Dimana mahasiswa juga sudah mengorbankan pikiran, tenaga dan dana dengan harapan dapat mengikuti perkuliahan di Fakultas Kedokteran UNIPA untuk dapat menjadi seorang dokter untuk mengabdi kepada Indonesia, khususnya Masyarakat Papua.

Seperti diberitakan Kobarpapua.com dua hari yang lalu, dimana Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan telah menjamin perkuliahan Fakultas kedokteran tersebut akan berjalan seperti biasa, karena dari segi pendanaan telah disepakati seluruh kepala daerah di Papua Barat dari 12 kabupaten, 1 kota dan dari 1 Provinsi.

Masing – masing dari setiap pemerintah daerah di Provinsi Papua Barat telah disepakati tanggung jawab pendanaan sebesar 1,7 milyar rupiah, sehingga kalau ditotal 23 milyar rupiah

Gubernur Dominggus juga berjanji Satu minggu kedepan dana tersebut akan dicairkan kerekening UNIPA atau ke rekening UI, jadi dari segi pendanaan saya sudah jamin satu minggu dana tersebut sudah cair, Gubernur meyakinkan.

Harapan, pemangku kepentingan bijaksana dengan janji yang sudah disampaikan, agar perkuliahan Fakultas Kedokteran UNIPA dapat dilanjutkan, serta memikirkan pendanaan dengan sistim manajemen yang baik seterusnya, bukan hanya berpikir untuk satu tahun saja. Jangan sampai merana lagi. (HP/KP)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.