Tingkat Kemiskinan Berkisar 6 ribu Lebih, Pemkab Raja Ampat Gelar Sosialisasi Data Base

0
51

KOBARPAPUA.COM, WAISAI – Baerdasarkan data (Kemensos) RI tingkat kemiskinan di Kabupaten Raja Ampat tahun 2013-2019 berkisar 6 ribu lebih, Sebab itu Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Raja Ampat menggelar pembukaan sosialisasi dan verifikasi, validasi data base bantuan sosial.

Kegitan tersebut dibuka oleh Sekda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M. Si, di Aula Bupati, Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (17/5).

Dalam Sambutan, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, SE dibacakan Sekda Dr. Yusuf Salim, M. Si bahwa program bantuan sosial harus menjadi perhatian bersama dan semua pihak yang terlibat, bekerja seauai tugas dan fungsinya sehingga pelaksanaan bantuan sosial tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat administrasi.

Oleh karena itu masyarakat penerima harus mendapat akses terhadap bantuan sosial dalam bentuk apa pun. Apalagi saat ini, banyak sekali program bantuan sosial yang dicanangkan baik oleh pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten dan stekholder lainnya.

Sekda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M. Si membuka sosialisasasi dengan memukul tifa.

 

“Kita tidak ingin ada masalah yang muncul soal pengelolaan bantuan sosial di Raja Ampat, karena hal ini punya dampak yang besar bagi pemerintah ini, selain itu dapat mengurangi tingkat kepercayaan pemberi bantuan sosial terhadap kita sendiri, ” tegas AFU dalam sambutan yang dibacakan Sekda.

Sambungnya, kepada dinas sosial dan seluruh pengelola bantuan sosial di Kabupaten Raja Ampat, saya tegaskan harus pintar dalam mendata keluaraga penerima manfaat.

“Saya berharap proses pendataan KPM tidak ada lagi yang tidak terdata. Dinas sosial harus punya data base yang akurat dan harus terus melakukan update data. Bila perlu, cross ceck secara langsung. Jangan tunggu ada bantuan sosial baru carai data penerima bantuan, ” ujarnya

Ia juga berharap agar bantuan tersebut digunakan sesuai keperluan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat KPM melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial dan mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Semoga dengan sosialisasi ini, para penyelenggara bisa mendapat informsi  terkait pengelolaan dan mekanisme iya atau aturan penyelenggaraan bantuan sosial. Mari kita tetap semangat memeberikan  pelayaanan dan menolong masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial, ” tutupnya. @DJ

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.