Konferensi Internasional ICBE di Papua Barat di Hadiri 1.073 Orang Peserta

1
186

KOBARPAPUA.COM, MANOKWARI – Konferensi Internasional tentang Keanekaragaman Hayati, Ekowisata, dan Ekonomi Kreatif (ICBE) dihadiri 1.073 orang peserta, dimana peserta yang hadir dari luar dan dalam negeri.

Kegiatan membahas tentang keanekaragaman hayati yang ada di tanah Papua, didalamnya tentang ekonomi kreatif dan ekowisata.

“Kami berharap kegiatan konferensi bermanfaat untuk daerah tanah Papua, terutama masa depan keragaman hayati di Tanah Papua kedepannya untuk dinikmati generasi masa depan, ungkap Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan di hadapan peserta, (Senin, 8/10).

Kehadiran tamu Internasional pada kegiatan ICBE ini, tentu saja diharapkan Dominggus memberikan dampak positif kepada masyarakat dan pemerintah di Tanah Papua.

Pada kesempatan berbeda Ketua Panitia ICBE 2018, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, SHut, MSi, FLS menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan konferensi biasa, namun ICBE 2018 ini merupakan iven untuk mengetahui progres (kemajuan) yang sudah dicapai Papua maupun Papua Barat.

“Kita harapkan selama tiga hari banyak hal yang dibicarakan di Papua Barat memberikan dampak dengan output yang baik,” jelas Heatubun.

Heatubun mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk melestarikan dan menjaga apa yang dimiliki tanah Papua. Tujuan dilaksanakan ini juga untuk mengajak semua pihak untuk pelestarian budaya yang dimiliki masyarakat di tanah Papua.

Tidak hanya itu, namun bagaimana pun keaneragaman hayati di tanah Papua memberikan kontribusi kepada masyarakat dan pemerintah di tanah Papua umumnya, Papua Barat khususnya.

“Ke depannya Papua harus dikenal dengan sesuatu yang identik, indah seperti sepotong surga yang jatuh ke bumi, maka komitmen rakyat dan pemerintah diharapkan membangun komitmen untuk tanah Papua” ucap Heatubun. (Red/KP)

1 KOMENTAR

  1. Konferensi International( ICBE) sangat bermanfaaat bagi tanah Papua yang dijuluki Paru2 Dunia, pulau Emas di bagian Timur Indonesia.
    Pulau terbesar kedua di dunia yang memiliki iklim tropis sampai iklim Dingin dengan salju abadinya; dengan sendirinya memiliki semua jenis flora dan fauna yang ada di planet bumi ini.
    Semua warga Papua sdh harus dibekali dgn pengetahuan praktis spt kursus2 dasar lngkungan hidup atau workshop2 yang bertujuan meletakan dasar berpikir dan bertindak secara berwawasan lingkungan.
    Mereka yang menjadi kunci dan sebagai penjaga Alam yang Tuhan telah berikan bagi Tanah Papua , sebagai “Sepotong Surga Yang Jatuh Kebumi”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.