DPRD Minta Dinas P dan K Selesaikan Masalah Pendidikan di Raja Ampat

0
299
Plt Ketua DPRD Kabupaten Raja Ampat Reynold M. Bula S.E, M.Si 

KOBARPAPUA.COM, WAISAI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Raja Ampat memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat, atas pemberitaan yang sempat menjadi Viral di media sosial (facebook), media online dan media cetak yang menjadi sorotan publik belakangan ini.

Pemanggilan tersebut terkait dengan kondisi pendidikan diantaranya; SD Negeri 11 Kampung Gamta Distrik Missol Barat, SMP Negeri 8 Arawai Distrik Tiplol Mayalibit, SMP Negeri 8 Kampung Dorehkar Distrik Kepulauan Ayau, SD Inpres Negeri 8 Kampung Urbinasopen Distrik Waigeo Timur Kabupaten Raja Ampat.

Menyikapinya, Plt Ketua DPRD Raja Ampat Renold M. Bula, SE menerangkan DPRD memiliki tugas dan fungsi kewenangan dalam bidang pengawasan, untuk itu pihaknya mengundang Dinas Pendidikan dan kebudayaan guna rapat dengar pendapat secara lansung agar menjelaskan permasalahan yang terjadi dibeberapa sekolah  dan mencari solusi.

“Dari hasil rapat dengar pendapat kami sudah mendapatkan solusi terkait dengan polemik kondisi bangunan SD Negeri 11 Kampung Gamta Distrik Missol Barat, bahwa tahun ini Dinas terkait akan membangun yang baru,” terangnya.

Sedangkan, untuk SD Negeri 8 Arawai itu terkait dengan kondisi lokasi memang SD tersebut saat dibangun  dilokasi rawa. Pada saat hujan lokasi sekolah tersebut terjadi genangan air, apalagi pada saat air pasang laut.” Solusinya dalam tahun ini kita sudah dorong untuk melakukan pematangan lokasi yang baru, ” tambahnya.

Kemudian terkait dengan SD Negeri 8 Kampung Urbinasopen dan SMP Negeri 8 Kampung Dorehkar menurutnya tahun ini pihaknya juga sudah dorong agar dilakukan penyelesaian pengadaan Mobiler sekolah (kursi, meja dan lain-lain) dan penyelesaian rehab. “Itu yang menjadi sorotan, maka kami DPRD minta agar Dinas P dan K segera selesaikan masalah pendidikan di Raja Ampat,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam rangka melaksanakan tugas dan pelaksanaan reses DPRD pihaknya telah melakukan kunjungan ke lapangan dan sudah membuat laporan ke dinas terkait, tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut hingga muncul di Media Sosial (medsos) dan menjadi sorotan public, inilah yang membuat dinas terkait melihatnya secara serius.” Kami melihat ini dan menyampaikan semua sudah terjadi beberapa waktu lalu, maka saatnya untuk diselesaikan,” ungkap Renold Bula.

Ia menambahkan, pihaknya DPRD dalam hal pengawasan ini adalah pengawasan Visi Misi Bupati, pihaknya sudah tekankan bahwa dalam menyelesaikan Visi Misi Bupati, Dinas dalam rangka perencanaan harus mendukung Visi Misi tersebut. “Harus merencanakan segala sesuatu dan mengambil benang merahnya dari Visi Misi tersebut, sehingga perencanaan, penganggaran dan pengawasan itu dapat dilakukan dengan baik,” tutupnya. @DJ

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.