DP3AKB Raja Ampat Gelar Sosialisasi PL-KB, PPKBD dan PKB

0
47

KOBARPAPUA.COM, WAISAI – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Raja Ampat menggelar sosialisasi Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PL-KB) dan Petugas Penyuluh Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Penyuluh Kaluarga Berencana (PKB) di Gedung Syalome Syeben, Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat,  Kamis (27/6/2019).

Kegiatan itu dihadiri oleh Kepala Dinas P3AKB Raja Ampat Siti Syam, Kepala Seksi Peningkatan SDM, Perlindungan Anak, Klass Burdam; Sekretaris P3AKB Raja Ampat, Aty Rumadaul, SKM; Sekretaris TP-PKK Raja Ampat, Sukma AP. Kasim dan 96 peserta dari 24 Distrik di Kabupaten Raja Ampat.

Asisten III Setda Raja Ampat, Yulianus Mambraku, SH. MM menyampaikan bahwa saat ini pemerintah berupaya merevitalisasi program kependudukan keluarga berencana (KB) dan pembangunan keluarga agar program ini dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh para Keluarga Berencana.

“Sebagai upaya dan meningkatkan hidup keluarga dan masyarakat khususnya mereka yang berada diwilayah pinggiran, padat penduduk, tertinggal, terpencil dan wilayah nelayan diseluruh tanah air, maka pemerintah membuat program kampung KB, ” jelas Yulianus

Menurutnya, kampung KB akan dikembangkan sebagai strategi untuk mendukung Nawa Cita yang merupakan prioritas pembangunan Nasional, khususnya Cita Indonesia ke-3 membangun dari pinggiran.

Oleh karena itu sukses atau tidaknya program KB ini sangat ditentukan oleh peran dan tanggung jawab para petugas lapangan atau penyuluh karena merekalah yang bekerja dan berhadapan lansung dengan masyarkat. “Tentunya kita tahu bahwa Topografi Raja Ampat yang terdiri dari pulau-pulau menjadi tantangan tersendiri dengan jarak laut yang harus ditempuh dengan tranportasi, ” ujarnya

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Raja Ampat Siti Syam, melalui Kepala Seksi Program Keluarga Berencana, Muhamad Alhamid menyatakan, bahwa tujuan kegiatan sosialisasi yakni memberikan pemahaman tentang cara pengisisian Formulir Biodata kependudukan.

“Kita sangat membutuhkan data ini untuk menunjang program kami di PLKB,” tegas Siti.

Oleh kerana itu, pihaknya akan terus mendorong masyarakat untuk mengikuti sosialisasi diantaranya  petugas lapangan keluarga berencana (PLKB), (PPKBD) dan (PKB). ” Setelah semuanya mendapatkan pelatihan maka nantinya akan turun kelapangan untuk membentuk kelompok-kelompok kerja, ” jelasnya

Pembentukan petugas lapangan KB per distrik 1 orang, untuk mewakili 5 kampung, maka jumlah PL KB 24 orang per distrik, sama dengan jumlah PPKBD 24 orang dan SUB PPKBD 24 orang dan PKB jumlahnya 24 orang, maka jumlahnya 96 orang petugas penyuluh plus 1 bidan. Teknis dilapangan bertujuan untuk mendata masing-masing keluarga dan nantinya dikelompokkan antara, nama keluarga, remaja, lansia dan sebagainya. “Petugas Lapangan inilah salah satu unjuk tombak dari program kami dilapangan”, tutupnya. @DJ

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.