Dinas Sosial Kabupaten Raja Ampat Gelar Sosialisasi Penanganan Hukum Terhadap Anak

0
166
Kepala dinas (kadis) sosial Raja Ampat, Martha Magdalena Sanadi, S. Pd bersama pemateri salah satu anggota Perhimpunan Advokad Indonesia (PERADI) Sorong, Mulyadi Golap, SH. MH

KOBARPAPUA.COM, WAISAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat melalui dinas sosial menggelar sosialisasi masalah sosial terhadap anak yang berhadapan dengan hukum di auditorium kantor BAPPEDA Raja Ampat, jalan komplek perkantoran Pemkab Raja Ampat, Rabu (26/6) pukul 09:00.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menekan angka anak yang berhadapan dengan hukum di Kabupaten Raja Ampat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Raja Ampat, Martha Magdalena Sanadi, S.Pd usai acara menjelaskan,  dinas  sosial baru kali pertama menggelar sosialisasi masalah sosial tentang penanganan anak yang berhadapan dengan hukum. Jadi, pihaknya melibatkan Polres Raja Ampat dan Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Sorong sebagai pemateri dalam sosialisasi kali ini.

“Sosialisasi ini diikuti oleh lurah,tokoh masyarakat dan sejumlah guru SLTA, SLTP, SD, TK dan PAUD yang ada di Waisai”, kata Martha kepada kobarpapua.com.

Ia berjanji, kedepan pihaknya akan melakukan terobosan untuk membentuk tim dengan melibatkan semua pihak agar bisa menekan angka anak yang berhadapan dengan hukum.

“Saya harap dengan adanya sosialisasi,  nantinya dapat disampaikan ke masyarakat, sekolah agar kedepan anak – anak bisa tahu bahwa ada masalah – masalah yang harus ditindaklanjuti seperti kasus perlindungan anak, ” tegasnya

Sementara pada kesempatan yang sama pemateri salah satu anggota Perhimpunan Advokad Indonesia (PERADI) Sorong, Mulyadi Golap mengungkapkan, untuk menekan kenakalan anak yang berimbas pada persoalan hukum itu adalah tanggung jawab semua pihak mulai dari orang tua, guru dan semua pihak yang berkaitan dengan persoalan yang dimaksud.

Ia mengaku, angka anak yang berhadapan dengan hukum di Papua Barat khususnya di Raja Ampat meningkat.

“Sehingga harus ada solusinya untuk mengatasi hal tersebut agar anak-anak bangsa tak terjerumus dalam kriminalitas,” ungkap Mulyadi.

Usai memberi materi tentang Undang-Undang Perlindungan Anak, Kanit PPA pada Satreskrim Polres Raja Ampat, Aiptu Syahdun menyampaikan hal senada. Dalam menekan angka dan penanganan anak yang berhadapan dengan hukum  bukanlah hal yang muda,itu dibutuhkan keterlibatan semua pihak, tutup Aiptu Syahdun. @DJ

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.