Beranjak dari Peringatan 90 tahun Pekabaran Injil di Tanah Moi, Festival Budaya Malamoi digelar

0
685
Ketika Prosesi Adat pada pembukaan Festival Budaya Moi Tampak Pelangi terbentang dilangit Alun - Alun Aimas / Insert Photo : Hotbert

Kobarpapua.com, Aimas – Pada Festival Budaya Malamoi yang digelar di Kota Baru Aimas, Kabupaten Sorong, Jumat sore ( 27/10), suku pemilik hak ulayat di tanah Moi yang mendiami beberapa daerah Sorong raya memperkenalkan budaya dan kehidupan adat orang Moi dan keberadaan suku Moi.

Sebelum acara pembukaan Festival Budaya Malamoi, pada siang hari tadi lebih dulu ribuan warga Moi Kota Sorong mengadakan pawai budaya yang dilepas Walikota Sorong, Lambert Jitmau dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 15 kilo meter menuju Alun – Alun Aimas, dengan sambutan hangat dari warga Moi Kabupaten Sorong yang siap menanti, juga rombongan pawai budaya ini di sambut Bupati Sorong, Jhonny Kamuru.

Ribuan Warga Moi Pawai Budaya dengan Berjalan kaki sejauh 15 kilo meter / Insert Photo : Hotbert

Pengawalan pawai dibantu dari Polresta Kota Sorong dengan menerjunkan anggota Polisi dengan menggunakan sepeda, layaknya Polisi wisata.

Acara yang digelar bertajuk “Malamoi Faith & Culture Festival 2017” dibuka secara remi Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakatoni di Alun – Alun Kota Baru Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Wakil Gubernur Lakatoni menyambut positif pagelaran Festival Budaya Malamoi, Ia berharap Festival Budaya ini untuk tahun-tahun berikutnya dapat dikemas lebih spektakuler untuk mengangkat potensi wisata Papua Barat, Khususnya Kota dan kabupaten Sorong.

Pagelaran adat dan seni Budaya Moi, Wisata Kuliner, Pameran sejarah Moi serta bagaimana hubungan kekerabatan suku Moi dipertunjukan pada Festival Budaya Moi ini.

Meski baru pertama kali digelar Festival Budaya Malamoi, beragam keseruan dipertontonkan dalam pagelaran ini. Magnet utamanya tentu saja Suku besar Malamoi atau lebih dikenal dengan sebutan orang Moi dengan tarian etnik budaya Moi. Ini adalah salah satu suku di antara suku-suku Papua yang mendiami wilayah kepala burung pulau Papua. Sekarang, wilayah ini lebih dikenal dengan wilayah Sorong Raya. (Hp/KP)

ADVERTORIAL

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar Anda disini
Isikan nama Anda disini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.